Abstrak
Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Pemanfaatan kunjungan antenatal care (ANC) di FKRTL menjadi intervensi penting dalam pencegahan dan penanganan anemia. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan layanan ini masih belum banyak diteliti menggunakan data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Tujuan: Menganalisis determinan pemanfaatan kunjungan anemia dalam kehamilan berdasarkan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan data sekunder. Data diambil dari sampel BPJS Kesehatan tahun 2024 dengan teknik total sampling terhadap peserta JKN yang didiagnosis anemia dalam kehamilan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik) untuk mengidentifikasi faktor predisposisi, pendukung, dan kebutuhan yang berhubungan dengan pemanfaatan kunjungan anemia dalam kehamilan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel wilayah FKRTL memiliki hubungan yang signifikan pada pemanfaatan pelayanan FKRTL dimana (Barat p<0,001 dan Tengah p<0,019) yang mengartikan masih adanya ketimpangan pemanfaatan pelayanan di FKRTL berdasarkan wilayahnya. Sedangkan untuk variabel usia, wilayah tempat tinggal, segmentasi kepesertaan, kelas rawat, dan tingkat keparahan penyakit tidak memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan kunjungan ANC. Kesimpulan: Pemanfaatan kunjungan ANC pada ibu hamil dengan anemia dipengaruhi oleh faktor sosiodemografi, kepesertaan JKN, dan kondisi klinis. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam merumuskan kebijakan peningkatan akses dan kualitas layanan ANC untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia.

Background: Anemia in pregnancy is a public health problem that contributes to the high maternal mortality rate in Indonesia. Utilization of antenatal care (ANC) visits at primary health care facilities (FKRTL) is an important intervention in the prevention and treatment of anemia. However, factors influencing the utilization of this service have not been widely studied using National Health Insurance (JKN) data through BPJS Kesehatan. Objective: To analyze the determinants of utilization of anemia visits in pregnancy based on BPJS Kesehatan sample data in 2024. Methods: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach with secondary data. Data were taken from the BPJS Kesehatan sample in 2024 with a total sampling technique of JKN participants diagnosed with anemia in pregnancy. Analysis was carried out using univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (logistic regression) to identify predisposing, supporting, and need factors related to the utilization of anemia visits in pregnancy. Results: The analysis results show that the FKRTL region variable has a significant relationship with the utilization of FKRTL services where (West p