Abstrak
Secara global, kehamilan tidak direncanakan (KTD) masih menjadi isu kesehatan reproduksi yang signifikan, dengan sekitar 121 juta kasus setiap tahun yang mencapai 300 juta kejadian dan 15-17% di Indonesia berdasarkan SDKI 2017. Dalam situasi ini, perempuan dihadapkan pada proses pengambilan keputusan yang kompleks untuk melanjutkan atau menghentikan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan pada perempuan dalam situasi kehamilan tidak direncanakan menggunakan perspektif rasionalitas terbatas. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan analisis tematik terhadap data sekunder dari penelitian Center for Health Research (CHR) Universitas Indonesia tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran awal kehamilan umumnya ditandai dengan keterlambatan menstruasi dan dikonfirmasi melalui test pack, dengan penyebab utama kehamilan didominasi oleh kegagalan atau ketidakteraturan penggunaan kontrasepsi. Respon awal yang muncul cenderung berupa emosi negatif, seperti kaget, takut, dan bingung. Proses pengambilan keputusan bersifat dinamis, dengan alternatif yang dipertimbangkan mulai dari melanjutkan kehamilan, melakukan percobaan penghentian kehamilan secara non-medis, hingga aborsi. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi, kondisi kesehatan, relasi dengan pasangan, serta norma sosial, dengan peran penting pasangan dan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dalam situasi kehamilan tidak direncanakan tidak bersifat individual, sehingga diperlukan penguatan edukasi kontrasepsi, peningkatan akses layanan kesehatan reproduksi, serta penyediaan konseling yang komprehensif dan tidak menghakimi.

Unintended pregnancy remains a significant global reproductive health issue, with approximately 121 million cases occurring each year, and around 15-17% of pregnancies in Indonesia categorized as unintended based on the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). In such situations, women face a complex decision-making process regarding whether to continue or terminate the pregnancy. This study aims to analyze the decision-making process among women experiencing unintended pregnancy using a bounded rationality perspective. This research employs a qualitative approach through thematic analysis of secondary data derived from a 2019 study conducted by the Center for Health Research (CHR), Universitas Indonesia. The findings indicate that early awareness of pregnancy is generally marked by delayed menstruation and confirmed through the use of a pregnancy test. The primary cause of unintended pregnancy is dominated by contraceptive failure or inconsistent use. Initial responses tend to involve negative emotions such as shock, fear, and confusion. The decision-making process is dynamic, involving various alternatives, including continuing the pregnancy, attempting non-medical termination, or undergoing abortion. These decisions are influenced by economic factors, health conditions, partner relationships, and social norms, with significant roles played by partners and family. The findings suggest that decision-making in unintended pregnancy is not solely individual, highlighting the need for strengthened contraceptive education, improved access to reproductive health services, and the provision of comprehensive and non-judgmental counseling.