Abstrak
Perawat merupakan kelompok terbesar dalam tenaga kesehatan yang memiliki peran fundamental dalam pencapaian mutu pelayanan. Indonesia menduduki urutan keempat negara dengan rasio perawat terendah di dunia pada 2023 dengan rasio 2,28 per 1.000 penduduk. WHO memproyeksikan akan terjadi kekurangan perawat sekitar 4,5 juta pada 2030. Ketidakhadiran menjadi salah satu penyebab kekurangan staf di lingkungan layanan kesehatan. Pada lingkup pelayanan kesehatan, fenomena ketidakhadiran banyak terjadi pada kelompok perawat karena berkaitan dengan sistem kerja shift serta tuntutan beban kerja yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan analisis bivariat. Penelitian menggunakan data ketidakhadiran dan kepegawaian Rumah Sakit Universitas Indonesia dengan jumlah sampel 455 perawat. Hasil penelitian menunjukkan persentase perawat di RSUI yang mengalami ketidakhadiran pada tahun 2025 adalah sebesar 50,5%. Sebagian besar variabel tidak berhubungan dengan ketidakhadiran. Namun, masa kerja (p = 0,001) dan tempat tugas (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan ketidakhadiran pada perawat di RSUI tahun 2025. Dengan demikian, rumah sakit perlu melakukan kegiatan refreshment atau penguatan budaya kerja secara berkala bagi seluruh perawat serta melakukan evaluasi beban kerja dan penyesuaian jumlah tenaga perawat sesuai kebutuhan masing-masing unit.
Nurses constitute the largest group of healthcare workers and play a fundamental role in achieving quality service. Indonesia ranks fourth among countries with the lowest nurse ratio in the world in 2023, with a ratio of 2.28 per 1,000 residents. The WHO projects a nurse shortage of approximately 4.5 million by 2030. Absenteeism is one of the causes of staff shortages in healthcare settings. In healthcare settings, absenteeism is common among nurses due to shift work systems and high workload demands. This study used a cross-sectional design with bivariate analysis. The study used absenteeism and staffing data from the University of Indonesia Hospital, with a sample size of 455 nurses. The results showed that the percentage of nurses at the University of Indonesia Hospital experiencing absenteeism in 2025 was 50.5%. Most variables were not related to absenteeism. However, length of service (p = 0.001) and work unit (p = 0.018) were significantly associated with absenteeism among nurses at RSUI in 2025. Therefore, hospitals need to conduct regular refreshment activities or strengthen work culture for all nurses as well evaluate workloads and adjust the number of nursing staff according to the needs of each unit.