Abstrak
Transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Posyandu Siklus Hidup menuntut layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh kesiapan organisasi penyelenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesiapan organisasi untuk berubah dengan kualitas layanan inklusif disabilitas. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) pada 36 Posyandu Siklus Hidup bangunan mandiri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Limo, Kota Depok, yang dipilih secara total sampling. Kesiapan organisasi diukur dengan instrumen Organizational Readiness for Implementing Change (ORIC), sedangkan kualitas layanan inklusif diukur berdasarkan enam dimensi kesetaraan kesehatan WHO (2022). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman (α = 0,05). Hasil menunjukkan kesiapan organisasi berada pada kategori tinggi (rerata 4,02), sedangkan kualitas layanan inklusif pada kategori sedang (rerata 3,13) dengan variasi antar-dimensi yang lebar. Kesiapan organisasi berhubungan signifikan dan kuat dengan dimensi model pelayanan (ρ = 0,889; p < 0,001) dan kapasitas tenaga (ρ = 0,766; p < 0,001), serta berhubungan sedang dengan kualitas layanan keseluruhan (ρ = 0,585; p < 0,001). Sebaliknya, kesiapan organisasi tidak berhubungan signifikan dengan dimensi tata kelola, infrastruktur fisik, sistem informasi, dan mutu pelayanan. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesiapan organisasi dan implementasi layanan. Kesiapan psikologis kader yang tinggi tampak pada dimensi yang berbasis perilaku, tetapi belum terlihat pada dimensi yang bergantung pada sumber daya dan struktur organisasi. Penguatan tata kelola, infrastruktur yang aksesibel, sistem informasi, dan mutu pelayanan inklusif disabilitas perlu diprioritaskan di tingkat Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mendukung komitmen kader yang telah tinggi. Kata kunci: kesiapan organisasi untuk berubah; kualitas layanan inklusif; disabilitas; posyandu siklus hidup; kesetaraan kesehatan.
The transformation of primary healthcare through the Life Cycle Posyandu requires services that are inclusive of people with disabilities; however, its success depends on the readiness of the implementing organisations. This study aims to analyse the relationship between organisational readiness for change and the quality of disability-inclusive services. The study employed a cross-sectional design involving 36 Life Cycle Posyandu units in standalone buildings within the working area of the UPTD Puskesmas Limo, Depok City, selected using a total sampling approach. Organisational readiness was measured using the Organisational Readiness for Implementing Change (ORIC) instrument, whilst the quality of inclusive services was measured based on the six dimensions of health equity defined by the WHO (2022). Data were analysed using Spearman's correlation test (α = 0.05). The results showed that organisational readiness was in the high category (mean 4.02), whilst the quality of inclusive services was in the moderate category (mean 3.13) with wide variation across dimensions. Organisational readiness was significantly and strongly associated with the service model dimension (ρ = 0.889; p < 0.001) and staff capacity (ρ = 0.766; p < 0.001), and was moderately associated with overall service quality (ρ = 0.585; p < 0.001), Conversely, organisational readiness was not significantly associated with the dimensions of governance, physical infrastructure, information systems, and service quality. These findings indicate a gap between organisational readiness and service implementation. High psychological readiness among Posyandu cadres’ was evident in behaviour-based dimensions but was not yet apparent in resource- and organisational-structure-dependent dimensions. Strengthening governance, accessible infrastructure, information systems, and service quality that is inclusive of people with disabilities needs to be prioritised at the Community Health Centre (Puskesmas) and Health Office levels to support the already high level of commitment among Posyandu cadres’. Keywords: organizational readiness for change; inclusive service quality; disability; life-cycle Posyandu; health equity