Abstrak
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rawatembaga Kecamatan Bekasi Barat Tahun 2026. Desain penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Sampel penelitian berjumlah 104 balita yang terdiri atas 52 balita stunting dan 52 balita tidak stunting. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ASI Eksklusif (OR=3,89), riwayat penyakit infeksi (OR=3,20), dan kepemilikan jamban sehat (OR=2,50) dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ASI Eksklusif merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (OR=3,2), diikuti oleh riwayat penyakit infeksi (OR=2,5). Upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan cakupan ASI Eksklusif, pencegahan penyakit infeksi, serta penguatan edukasi kesehatan kepada ibu dan keluarga.

Stunting remains a major public health problem because it affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. This study aimed to analyze the risk factors associated with stunting among children under five in the working area of Rawatembaga Public Health Center, West Bekasi District, in 2026. This study employed a case-control design. The study sample consisted of 104 children under five, including 52 stunted children and 52 non-stunted children. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-Square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results of the bivariate analysis showed significant associations between exclusive breastfeeding (OR = 3.89), history of infectious diseases (OR = 3.20), and ownership of a sanitary latrine (OR = 2.50) and the incidence of stunting. The multivariate analysis revealed that exclusive breastfeeding was the most dominant factor associated with stunting (OR = 3.2), followed by a history of infectious diseases (OR = 2.5). Stunting prevention efforts should focus on increasing the coverage of exclusive breastfeeding, preventing infectious diseases, and strengthening health education for mothers and families.