Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor risiko psikososial pada tiga arena kehidupan (individu, pekerjaan, dan rumah) serta hubungannya dengan tingkat distres kerja pada operator PT XX tahun 2026. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi crosssectional, penelitian ini melibatkan 161 operator tambang batubara di Kalimantan Timur yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari Permenaker No. 5 Tahun 2018, Effort-Reward Imbalance (ERI), dan Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ). Hasil analisis universitas menunjukkan bahwa mayoritas operator (83,23%) memiliki tingkat distres kerja yang rendah, sementara 16,77% sisanya mengalami tingkat distres tinggi. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode backward elimination menunjukkan bahwa faktor prediktor utama yang paling dominan terhadap tingkat distres kerja tinggi adalah masalah tidur dari arena rumah dengan nilai Odds Ratio sebesar 11,58 (OR = 11,585). Faktor prediktor kuat berikutnya adalah perilaku menyerang (workplace bullying) dari arena pekerjaan dengan nilai Odds Ratio sebesar 4,05 (OR = 4,053). Manajemen perusahaan disarankan mengoptimalkan program intervensi kesehatan mental, penataan jadwal kerja untuk manajemen fatigue, serta penerapan kebijakan nol toleransi terhadap perundungan guna meminimalkan risiko operasional.

This study aims to analyze various psychosocial risk factors across three life domains (individual,  work, and home) and their relationship with job distress levels among operators at PT XX in 2026.  Employing a quantitative approach with a cross-sectional study design, this research involved 161  coal mining operators in East Kalimantan selected through a purposive sampling technique.  Primary data collection was conducted using structured questionnaires adapted from the Minister  of Manpower Regulation (Permenaker) No. 5 of 2018, the Effort-Reward Imbalance (ERI), and  the Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ). Univariate analysis results indicated that  the majority of operators (83.23%) experienced low levels of job distress, while the remaining  16.77% suffered from high distress levels. Multivariate analysis using multiple logistic regression  with the backward elimination method revealed that the most dominant primary predictor for high  job distress was sleep problems from the home domain, with an Odds Ratio of 11.58 (OR =  11.585). The next strong predictor was offensive behavior (workplace bullying) from the work  domain, with an Odds Ratio of 4.05 (OR = 4.053). Company management is advised to optimize  mental health intervention programs, restructure work schedules for fatigue management, and  implement a zero-tolerance policy against bullying to minimize operational risks.