Abstrak
Kekerasan seksual di kalangan remaja merupakan dampak serius bagi kesehatan mental, fisik, dan reproduksi. Data mengenai kekerasan seksual di Wilayah Administrasi Jakarta Timur menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Upaya peningkatan langkah pencegahan terhadap kekerasan seksual di kalangan remaja merupakan tonggak penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mengurangi angka kejadian kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual remaja di Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2026 berdasarkan pendekatan Model Ekologi-Sosial. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 120 remaja 13 – 17 tahun. Pengisian data dilakukan secara mandiri menggunakan Google Forms dengan pendampingan. Analisis data mencakup uji multivariabel (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata perilaku pencegahan kekerasan seksual remaja sebesar 77,37 (dalam skala 100). Sebanyak 14,2% remaja melaporkan pernah mengalami kekerasan seksual dengan bentuk paling dominan berupa pelecehan verbal sebanyak 50%. Analisis multivariabel menunjukkan sikap, dukungan orang tua, dan paparan media (konten seksual eksplisit dan kekerasan seksual) berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual remaja. Dukungan orang tua menjadi faktor paling dominan yang berhubungan dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual remaja. Secara spesifik, remaja yang mendapatkan dukungan orang tua yang baik memiliki peluang 6,23 kali untuk memiliki perilaku yang baik dibandingkan dengan remaja yang kurang mendapatkan dukungan orang tua.
Sexual violence among adolescents has serious consequences for mental, physical, and reproductive health. Data on sexual violence in the East Jakarta Administrative Region show a steadily increasing trend in recent years. Efforts to strengthen preventive measures against sexual violence among adolescents are a crucial step toward creating a child-friendly environment and reducing the incidence of sexual violence. This study aims to identify factors associated with sexual violence prevention behaviors among adolescents in the Jakarta Timur Administrative City in 2026 based on the Social-Ecological Model approach. This quantitative study used a cross-sectional design involving 120 adolescents aged 13–17 years. Data collection was conducted independently using Google Forms with supervision. Data analysis included multivariate testing (multiple logistic regression). The results of the study show that the average score for adolescents’ sexual violence prevention behaviors was 77.37 (on a scale of 100). A total of 14.2% of adolescents reported having experienced sexual violence, with verbal abuse being the most prevalent form at 50%. Multivariate analysis indicates that attitudes, parental support, and media exposure Sexually Explicit Media/Sexually Violent Media were significantly associated with adolescents’ sexual violence prevention behaviors. Parental support is the most dominant factor associated with adolescents’ sexual violence prevention behaviors. Specifically, adolescents who receive good parental support are 6.23 times more likely to exhibit good behaviors compared to adolescents who receive less parental support.