Abstrak
Studi ini menilai hubungan ekologis antara aktivitas inspeksi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan tingkat cedera dan kematian akibat kerja di Zimbabwe dari tahun 2018 hingga 2023. Inspeksi regulasi secara luas diakui sebagai mekanisme kunci untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja; namun, bukti mengenai efektivitasnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menentukan tren dalam aktivitas inspeksi, tingkat cedera akibat kerja, dan tingkat kematian akibat kerja, dan untuk memeriksa apakah aktivitas inspeksi terkait dengan hasil keselamatan kerja di tingkat nasional. Desain deret waktu ekologis digunakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Otoritas Jaminan Sosial Nasional (NSSA). Tingkat inspeksi tahunan, tingkat cedera akibat kerja, dan tingkat kematian akibat kerja dianalisis untuk periode enam tahun. Analisis tren deskriptif, korelasi Spearman dan Pearson, dan regresi linier sederhana digunakan untuk memeriksa hubungan antara aktivitas inspeksi dan hasil keselamatan kerja. Temuan tersebut mengungkapkan fluktuasi substansial dalam aktivitas inspeksi, tingkat cedera, dan tingkat kematian selama periode studi. Meskipun korelasi positif diamati antara aktivitas inspeksi dan tingkat cedera (r = 0,727) dan antara aktivitas inspeksi dan tingkat kematian (r = 0,640), hubungan ini tidak konsisten dan harus ditafsirkan dengan hati-hati karena jumlah pengamatan yang kecil dan sifat ekologis data. Analisis regresi menunjukkan bahwa aktivitas inspeksi menjelaskan sebagian besar variasi dalam hasil keselamatan kerja; namun, temuan tersebut tidak memberikan bukti ekologis yang konsisten bahwa perubahan dalam aktivitas inspeksi dikaitkan dengan pengurangan yang sesuai dalam tingkat cedera atau kematian. Studi ini menyimpulkan bahwa aktivitas inspeksi saja mungkin tidak cukup untuk menghasilkan peningkatan yang terukur di tingkat nasional dalam hasil keselamatan kerja di bawah kondisi kelembagaan yang ada. Praktik manajemen keselamatan organisasi, sistem pelaporan, kualitas penegakan hukum, dan faktor kontekstual yang lebih luas dapat memainkan peran penting dalam membentuk kinerja keselamatan kerja. Studi ini memberikan bukti dasar tentang regulasi K3 di Zimbabwe dan memberikan rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik regulasi di masa mendatang.

This study assessed the ecological association between occupational health and safety (OHS) inspection activity and occupational injury and fatality rates in Zimbabwe from 2018 to 2023. Regulatory inspections are widely recognised as a key mechanism for improving workplace safety; however, evidence regarding their effectiveness in low- and middle-income countries remains limited. The study sought to determine trends in inspection activity, occupational injury rates, and occupational fatality rates, and to examine whether inspection activity was associated with occupational safety outcomes at the national level. An ecological time-series design was employed using secondary data obtained from the National Social Security Authority (NSSA) annual reports. Annual inspection rates, occupational injury rates, and occupational fatality rates were analysed for the six-year period. Descriptive trend analysis, Spearman and Pearson correlation, and simple linear regression were used to examine associations between inspection activity and occupational safety outcomes. The findings revealed substantial fluctuations in inspection activity, injury rates, and fatality rates over the study period. Although positive correlations were observed between inspection activity and injury rates (r = 0.727) and between inspection activity and fatality rates (r = 0.640), these relationships were inconsistent and should be interpreted cautiously due to the small number of observations and the ecological nature of the data. Regression analyses suggested that inspection activity explained a notable proportion of the variation in occupational outcomes; however, the findings did not provide consistent ecological evidence that changes in inspection activity were associated with corresponding reductions in injury or fatality rates. The study concludes that inspection activity alone may be insufficient to generate measurable national-level improvements in occupational safety outcomes under existing institutional conditions. Organisational safety management practices, reporting systems, enforcement quality, and broader contextual factors may play important roles in shaping occupational safety performance. The study contributes baseline evidence on OHS regulation in Zimbabwe and provides recommendations for future research, policy, and regulatory practice.