Abstrak
Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai sumber data rutin BKKBN untuk mendukung pelaksanaan dan evaluasi program pelayanan KB telah memperoleh penilaian cakupan kualitas data yang baik (86,9), serta mendapat penghargaan Anindhita Wistara Data dari BPS. Namun, beberapa penelitian kualitatif menunjukkan masih adanya kendala dalam pengelolaan SIGA. Perbedaan persentase penggunaan kontrasepsi modern juga ditemukan antara sumber data SIGA dan SKI 2023 yang menunjukkan kemungkinan adanya permasalahan kualitas data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas data rutin SIGA BKKBN pada bulan Januari-Desember tahun 2023 dengan penilaian secara kuantitatif menggunakan metode Penilaian Kualitas Data Rutin (PKDR). Unit analisis dari penelitian ini adalah kabupaten/kota pada Provinsi NTB, Jawa Barat, dan Papua. Hasil penelitian menunjukkan dimensi kelengkapan, akurasi, konsistensi internal, dan konsistensi eksternal di ketiga provinsi sudah baik. Namun, masih ditemukan kendala dalam dimensi ketepatan waktu, dimana ketiga provinsi menunjukkan ketepatan waktu yang kurang baik. Secara keseluruhan sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, tetapi masih terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki agar kualitas data yang dihasilkan semakin baik.
The Family Information System (SIGA) as BKKBN’s routine data sources to support the implementation and evaluation of the family planning service program, has achieved a good data quality score (86,9), and receive the Anindhita Wistara Data award from BPS. However, several qualitative studies show that there are still obstacle in management of SIGA. A difference in the percentage of modern contraceptive use was also found between SIGA dataset and Indonesia Health Survey 2023, which indicates a possible data quality problem. This study aims to determine the quality of BKKBN’s routine data SIGA from January to December 2023 through a quantitative assessment using the Routine Data Quality Assessment (RDQA) method. The unit analysis in this study is the district/cities in the provinces of NTB, West Java, and Papua. The results show that the dimensions of completeness, accuracy, internal consistency, and external consistency in the three provinces are good. However, the timeliness dimension showed poor timeliness in all three provinces. Overall, the results are quite good, but there are still some parts that need improvement so that the data quality can be even better.