Abstrak
Status gizi lebih masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk chrononutrition behaviors yang berkaitan dengan pola waktu dan frekuensi makan, snacking habits, aktivitas fisik, pola tidur, tingkat stres, konsumsi UPF, besaran uang saku, dan jenis kelamin. Mahasiswa yang tinggal di asrama berpotensi mengalami perubahan pola hidup menuju kemandirian yang dapat mempengaruhi statsu gizinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan chrononutrition behaviors dan faktor lainnya dengan status gizi pada mahasiswa asrama Universitas Indonesa tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 209 responden pada bulan April hingga Mei 2026. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persen lemak tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi status gizi lebih sebesar 31,1% berdasarkan IMT dan 20,6% berdasarkan persen lemak tubuh. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan status gizi berdasarkan IMT (p=0,007) dan persen lemak tubuh (p<0,001), serta antara snacking habits dengan status gizi berdasarkan persen lemak tubuh (p=0,009). Sementara itu, chrononutrition behaviors, aktivitas fisik, pola tidur, tingkat stres, konsumsi UPF, dan besaran uang saku tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dan snacking habits merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa asrama sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan program promosi kesehatan untuk mendukung tercapainya status gizi optimal.

Overweight and obesity remain major public health concerns in Indonesia and may be influenced by various factors, including chrononutrition behaviors related to meal timing and eating frequency, snacking habits, physical activity, sleep patterns, stress levels, ultra-processed food (UPF) consumption, allowance, and sex. Students living in dormitories may experience lifestyle changes associated with greater independence, which can affect their nutritional status. This study aimed to analyze the association between chrononutrition behaviors and other factors with the nutritional status of dormitory students at Universitas Indonesia in 2026. This cross-sectional study involved 209 respondents and was conducted from April to May 2026. Nutritional status was assessed using Body Mass Index (BMI) and body fat percentage. The results showed that the prevalence of overweight and obesity was 31.1% based on BMI and 20.6% based on body fat percentage. Bivariate analysis using the Chi-square test revealed significant associations between sex and nutritional status based on BMI (p = 0.007) and body fat percentage (p < 0.001), as well as between snacking habits and nutritional status based on body fat percentage (p = 0.009). Meanwhile, chrononutrition behaviors, physical activity, sleep patterns, stress levels, UPF consumption, and allowance were not significantly associated with nutritional status. These findings suggest that sex and snacking habits are factors associated with the nutritional status of dormitory students and may serve as a basis for developing health promotion programs to support the achievement of optimal nutritional status.