Abstrak
Penyakit Tidak Menular merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan secara global. Salah satu penyakit tidak menular dengan tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi adalah penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganlisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap tingkat risiko PJK pada pekerja kontraktor pertambangan PT X tahun 2025 berdasarkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (jenis kelamin, usia, dan riwayat keluarga) dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi (kebiasaan merokok, kadar kolesterol total, LDL, HDL, IMT, aktivitas fisik, diabetes melitus, tekanan darah, dan konsumsi alkohol). Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 497 sampel hasil medical check up (MCU) yang dipilih berdasarkan stratified sampling dan dianalisis menggunakan chi-square dan Prevalence Ratio (PR). Sebanyak 44,1% pekerja memiliki tingkat risiko sedang—tinggi penyakit jantung koroner. Faktor risiko yang berhubungan signifikan meliputi jenis kelamin pria (p<0,001; PR=13,51), usia ≥ 33 tahun (p<0,001; PR=1,52), kebiasaan merokok (p<0,001; PR=7,67), HDL rendah (p=0,001; PR=1,47), menderita diabetes melitus (p=0,001; PR=2,13), kurang beraktivitas fisik (p<0,001; PR=2,35). Intervensi berupa pengelolaan gaya hidup pekerja yang meliputi gizi dan kesadaran aktivitas fisik, implementasi surveilans dan parameter kepatuhan pengobatan, serta pengendalian produk tembakau di tempat kerja direkomendasikan untuk mengendalikan tingkat risiko PJK.
Non-communicable diseases are a serious threat to global health. One of the non-communicable diseases with a high mortality and morbidity rate is coronary heart disease (CHD). This study aims to describe and analyze the risk factors that contribute to the risk level of CHD in PT X mining contractor workers in 2025 based on non-modifiable risk factors (gender, age, and family history) and modifiable risk factors (smoking habits, total cholesterol levels, LDL, HDL, BMI, physical activity, diabetes mellitus, blood pressure, and alcohol consumption). This study is a cross-sectional research with a quantitative approach. The sample consisted of 497 samples from medical check-ups (MCU) results selected based on stratified sampling and analyzed using chi-square and Prevalence Ratio (PR). As many as 44.1% of workers have a moderate-high risk level of coronary heart disease. Significantly related risk factors included male sex (p<0.001; PR=13.51), age ≥ 33 years (p<0.001; PR=1.52), smoking habits (p<0.001; PR=7.67), low HDL (p=0.001; PR=1.47), had diabetes mellitus (p=0.001; PR=2.13), lack of physical activity (p<0.001; PR=2.35). Interventions in the form of lifestyle management of workers including nutrition and awareness of physical activity, implementation of surveillance and medication compliance parameters, and control of tobacco products in the workplace are recommended to control the risk level of CHD.