Abstrak
Peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan primer, termasuk pada klinik sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dalam standar akreditasi klinik, Tata Kelola Klinik dapat dipahami sebagai komponen struktur yang mendukung pelaksanaan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan domain Tata Kelola Klinik dengan capaian Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien pada klinik berakreditasi madya di Indonesia berdasarkan data akreditasi LASKESI tahun 2023–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil akreditasi klinik LASKESI. Sampel akhir terdiri atas 51 klinik berakreditasi madya yang memenuhi kriteria kelengkapan data pada domain Tata Kelola Klinik dan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis digunakan untuk menganalisis perbedaan capaian PMKP berdasarkan karakteristik klinik, sedangkan uji korelasi Spearman dan Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan domain Tata Kelola Klinik dengan capaian PMKP sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian PMKP tertinggi terdapat pada Sasaran Keselamatan Pasien, sedangkan capaian terendah terdapat pada Upaya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien. Pada domain Tata Kelola Klinik, capaian tertinggi terdapat pada Pengorganisasian Klinik, sedangkan capaian terendah terdapat pada Tata Kelola Kerja Sama. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa wilayah administratif dan kelompok pulau tidak menunjukkan perbedaan capaian PMKP yang bermakna secara statistik. Dari empat domain Tata Kelola Klinik, hanya Tata Kelola Fasilitas dan Keselamatan yang memiliki hubungan positif dan signifikan dengan capaian PMKP (r = 0,296; p = 0,035). Sementara itu, Pengorganisasian Klinik, Tata Kelola SDM, dan Tata Kelola Kerja Sama tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan Tata Kelola Fasilitas dan Keselamatan perlu menjadi perhatian penting dalam mendukung pelaksanaan PMKP pada klinik berakreditasi madya. Namun, penguatan tata kelola klinik tetap perlu diarahkan tidak hanya pada pemenuhan administratif, tetapi juga pada implementasi standar secara konsisten dalam praktik pelayanan sehari-hari.
Quality improvement and patient safety are essential components of primary health care, including clinics as first-level health care facilities. In clinic accreditation standards, Clinic Governance can be understood as a structural component that supports the implementation of Quality Improvement and Patient Safety. This study aimed to analyze the association between Clinic Governance domains and Quality Improvement and Patient Safety achievement among intermediate-accredited clinics in Indonesia using LASKESI accreditation data from 2023 to 2025. This study applied a quantitative approach with an observational analytic and cross-sectional design. The data were obtained from secondary accreditation records of clinics assessed by LASKESI. The final sample consisted of 51 intermediate-accredited clinics with complete data on Clinic Governance and Quality Improvement and Patient Safety domains. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. The Mann-Whitney U test and Kruskal-Wallis test were used to examine differences in Quality Improvement and Patient Safety achievement based on clinic characteristics, while Spearman and Pearson correlation tests were applied to analyze the association between Clinic Governance domains and Quality Improvement and Patient Safety achievement according to data distribution. The results showed that the highest mean achievement in the Quality Improvement and Patient Safety domain was found in Patient Safety Goals, while the lowest was found in Quality Improvement and Patient Safety Efforts. In the Clinic Governance domain, the highest mean achievement was found in Clinic Organization, while the lowest was found in Partnership Governance. Bivariate analysis showed that administrative area and island group were not significantly associated with Quality Improvement and Patient Safety achievement. Among the four Clinic Governance domains, only Facility and Safety Governance showed a positive and significant association with Quality Improvement and Patient Safety achievement (r = 0.296; p = 0.035). Meanwhile, Clinic Organization, Human Resource Governance, and Partnership Governance showed no significant association. This study concludes that strengthening Facility and Safety Governance should be considered an important priority in supporting Quality Improvement and Patient Safety implementation among intermediate-accredited clinics. However, clinic governance improvement should not be limited to administrative compliance, but should also emphasize consistent implementation of accreditation standards in daily service delivery.