Abstrak
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang bermutu. Oleh karena itu, pengelolaan kepuasan kerja menjadi instrumen krusial dalam mengendalikan kinerja petugas, hal tersebut juga dilakukan di RSUD Bantargebang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan lima dimensi kepuasan kerja (pekerjaan, gaji, supervisi atasan, rekan sekerja, kesempatan promosi) terhadap kinerja petugas pelayanan penunjang medik di RSUD Bantargebang secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada April-Mei 2026 menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert terhadap total populasi (total sampling) sebanyak 72 responden petugas pelayanan penunjang medis. Dikarenakan data berdistribusi tidak normal, analisis bivariat dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, dan korelasi Spearman’s Rho, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi linear berganda (Uji T dan Uji F). Hasil uji univariat karakteristik individu menunjukkan mayoritas responden berusia 26 - 35 tahun (70,8%), berpendidikan D4/S1 (37,5%), memiliki masa kerja 3 - 4 tahun dan 5 - 6 tahun (masing-masing 30,6%), serta berada pada klaster rentang gaji Rp 1 juta – Rp 5 juta (88,9%). Hasil analisis simultan menunjukkan kelima dimensi kepuasan kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja petugas (Sig. = 0,005 < 0,05) dengan nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 21,8%. Secara parsial, kepuasan terhadap rekan kerja memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja, sedangkan kepuasan terhadap supervisi atasan berhubungan negatif dan signifikan. Sementara itu, dimensi pekerjaan, gaji, dan promosi tidak memperlihatkan hubungan parsial yang signifikan terhadap kinerja. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa aspek relasi antarpegawai serta kualitas supervisi menjadi faktor penentu utama yang memengaruhi kinerja petugas pelayanan penunjang medis di RSUD Bantargebang. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengevaluasi pola supervisi atasan dan mempertahankan iklim kerja tim yang kondusif.

Job satisfaction is a crucial factor that can influence the performance of healthcare workers in providing quality services. Therefore, managing job satisfaction is a crucial instrument in controlling staff performance, a practice also implemented at Bantargebang Regional Hospital. This study aims to analyze the relationship between individual characteristics and five dimensions of job satisfaction (job, salary, supervision, coworkers, and promotion opportunities) on the performance of medical support service personnel at Bantargebang Regional Hospital, both partially and simultaneously. This study is quantitative with a cross-sectional design. Data collection was conducted from April to May 2026 using a structured Likert-scale questionnaire from a total sampling of 72 medical support service personnel. Due to the non-normal distribution of the data, bivariate analysis was conducted using the Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, and Spearman's Rho correlation tests, while multivariate analysis used multiple linear regression (T-test and F-test). The results of the univariate test of individual characteristics showed that the majority of respondents were aged 26 - 35 years (70.8%), had a D4/S1 education (37.5%), had 3 - 4 years and 5 - 6 years of service (30.6% each), and were in the salary range cluster of IDR 1 million - IDR 5 million (88.9%). The results of the simultaneous analysis showed that the five dimensions of job satisfaction had a significant effect on officer performance (Sig. = 0.005 < 0.05) with a Coefficient of Determination (R2) value of 21.8%. Partially, satisfaction with coworkers had a positive and significant relationship with performance, while satisfaction with superior supervision had a negative and significant relationship. Meanwhile, the dimensions of work, salary, and promotion did not show a significant partial relationship with performance. This study concludes that employee relations and the quality of supervision are key determinants of the performance of medical support staff at Bantargebang Regional Hospital. Hospital management is advised to evaluate supervisory practices and maintain a conducive teamwork climate.