Abstrak
Perawat yang bertugas di rumah sakit merupakan profesi yang banyak terpapar oleh bahaya psikososial di lingkungan kerja, yang dapat menyebabkan distres. Dibutuhkan mekanisme koping perawat untuk dapat menghadapi bahaya psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor psikososial dan strategi mekanisme koping dalam mengatasi distres kerja perawat di rumah sakit. Menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan deskriptif semikuantitatif. Data primer didapat melalui survei dan wawancara mendalam, yang akan dianalisis menggunakan mixed methods. Sedangkan pengumpulan data sekunder berupa profil Rumah Sakit X, struktur organisasi dan sistem pelayanan, data jumlah perawat berdasarkan unit kerja, jumlah pasien 3 tahun terakhir. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik individu (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja, unit kerja), karakteristik pekerjaan (tuntutan kuantitatif, tuntutan emosional, kecepatan kerja, kontrol atas waktu kerja, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, kualitas kepemimpinan, kejelasan peran, dukungan sosial dari supervisor, dukungan sosial dari rekan kerja, konflik peran, konflik kehidupan dan kerja, keadilan organisasi), serta mekanisme koping (problem focused coping, emotional focused coping, koping maladaptif). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stresor sebagian besar perawat berupa kecepatan kerja tinggi, kejelasan peran rendah, kualitas kepemimpinan rendah, dan dukungan dari atasan yang rendah. Namun demikian sebagian besar perawat menggunakan problem focused coping. Variabel jenis kelamin dan kesempatan mengembangkan keterampilan yang berhubungan signifikan dengan mekanisme koping, sedangkan karakteristik individu dan faktor psikososial lainnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa mekanisme koping perawat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor psikososial yang diukur, tetapi oleh proses penilaian terhadap stresor, sumber daya berupa kemampuan adaptasi perawat serta dukungan dari rekan kerja dan keluarga. Secara keseluruhan, perawat di Rumah Sakit X mampu mempertahankan mekanisme koping yang adaptif, namun penguatan dukungan organisasi dan pengelolaan risiko psikososial tetap diperlukan untuk mencegah distres kerja berkepanjangan dan mendukung kesejahteraan perawat.

Nurses working in hospitals are a profession frequently exposed to psychosocial hazards in the workplace, which can cause distress. Nurses require coping mechanisms to cope with these risks. This study aims to identify psychosocial factors and coping strategies for managing nurses’ occupational distress in hospitals. A cross-sectional study design with a semi quantitative descriptive approach was used. Primary data were obtained through surveys and in-depth interviews, which were analyzed using mixed methods. Secondary data collection included Hospital X’s profile, organizational structure and service system, data on the number of nurses by work unit, and the number of patients over the past three years. The variables studied include individual characteristics (age, gender, education level, marital status, length of service, work unit), job characteristics (quantitative demands, emotional demands, work pace, control over work time, opportunities to develop skills, leadership quality, role clarity, social support from supervisors, social support from coworkers, role conflict, work-life conflict, organizational justice), and coping mechanisms (problem focused coping, emotional focused coping, maladaptive coping). Data analysis was carried out using univariate, bivariate, and qualitative data. The results of the study indicate that stressors for most nurses include high work pace, low role clarity, low leadership quality, and low support from superiors. However, most nurses use problem focused coping. Gender and the opportunity to develop skills were significantly related to coping mechanisms, while individual characteristics and other psychosocial factors dis not show a significant relationship. These findings indicate that nurses’ coping mechanisms are not only influenced by the psychosocial factors measured, but also by the process of assessing stressors, as well as resources in the form of nurses’ adaptability and support from colleagues and family. Overall, nurses at Hospital X were able to maintain adaptive coping mechanisms, but strengthening organizational support and managing psychosocial risks is still needed to prevent prolonged work distress and support nurses’ well-being.