Abstrak
Pengemudi merupakan ujung tombak pelayanan transportasi publik yang memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Kinerja pengemudi di lapangan sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi memicu kelelahan, penurunan performa keselamatan, hingga kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu, faktor pekerjaan, dan faktor organisasi terhadap kinerja pengemudi di PT. XYZ (Segmen SBU Transbusway). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan kuesioner wawancara terhadap 290 pengemudi bus pria yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan regresi logistik biner untuk menguji hubungan simultan dan parsial antar variabel. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa secara simultan, faktor karakteristik individu (R 2 = 32,3%), faktor pekerjaan (R 2 = 41,0%), dan faktor organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengemudi. Secara parsial, pada kelompok karakteristik individu, hanya coping ability yang memiliki hubungan signifikan secara statistik (p = 0,000; OR = 1,192). Pada faktor pekerjaan, beban kerja yang dikelola dengan baik terbukti berhubungan positif dengan capaian kinerja (p = 0,000; OR = 1,509), sedangkan durasi kerja harian yang berlebihan (>8 jam) menjadi prediktor utama penurunan kinerja. Secara umum, faktor pekerjaan dan organisasi memiliki pengaruh yang lebih dominan dalam menentukan kualitas kinerja dibandingkan karakteristik demografis dasar seperti usia dan masa kerja. Kinerja pengemudi di PT. XYZ ditentukan oleh kombinasi faktor psikologis individu (coping ability), regulasi waktu kerja, serta efektivitas dukungan organisasi. Manajemen disarankan untuk melakukan pembatasan ketat durasi kerja harian maksimal 8 jam, mengoptimalkan pengawasan Speed Management berbasis teknologi, serta mengintegrasikan pelatihan manajemen stres (resilience training) dalam program peningkatan kapasitas pengemudi. Kata Kunci: Beban Kerja, Coping Ability, Durasi Kerja, Keselamatan Transportasi Publik, Kinerja Pengemudi.
Drivers are the spearhead of public transportation services, carrying a significant responsibility to ensure safety and comfort aspects. Driver performance in the field is highly dynamic and influenced by various internal and external factors, which, if poorly managed, can trigger fatigue, a decline in safety performance, and occupational accidents. This study aims to analyze the relationship between individual characteristics, job factors, and organizational factors on driver performance at PT. XYZ (SBU Transbusway Segment). This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. Data were collected through direct observation and interview questionnaires from 290 male bus drivers selected using a proportionate stratified random sampling technique. Data analysis was performed using binary logistic regression to examine both simultaneous and partial relationships among variables. The logistic regression analysis revealed that simultaneously, individual characteristics (R 2 = 32.3%), job factors (R 2 = 41.%), and organizational factors had a significant effect on driver performance. Partially, within the individual characteristics group, only coping ability showed a statistically significant relationship (p = 0.000;OR = 1.192). Regarding job factors, a well-managed workload was positively associated with higher performance achievement (p = 0.000; OR = 1.509), while excessive daily working duration (>8 hours) served as the primary predictor of performance decline. Generally, job and organizational factors exerted a more dominant influence on performance quality compared to baseline demographic characteristics such as age and tenure. Driver performance at PT. XYZ is determined by a combination of individual psychological factors (coping ability), working time regulations, and the effectiveness of organizational support. Management is highly recommended to enforce a strict limit on daily driving duration to a maximum of 8 hours, optimize technology-based Speed Management monitoring, and integrate stress management or resilience training into driver capacity-building programs. ix Universitas Indonesia Keywords: Coping Ability, Driver Performance, Public Transportation Safety, Working Duration, Workload.