Abstrak
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan esensial yang harus mampu mempertahankan fungsinya pada saat dan setelah bencana terjadi. RSUD Koja sebagai rumah sakit rujukan regional yang berlokasi di Jakarta Utara menghadapi profil bahaya majemuk (multi-hazard profile), mencakup risiko tinggi banjir/rob, gelombang ekstrim dan abrasi, serta cuaca ekstrim, di samping risiko gempa bumi berskala sedang dan bahaya antropogenik yang bersumber dari kepadatan kawasan industri dan pelabuhan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan bencana RSUD Koja menggunakan instrumen Hospital Safety Index (HSI) yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) dan Pan American Health Organization (PAHO), guna menghasilkan rekomendasi berbasis bukti bagi penguatan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, didukung data kualitatif dari wawancara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan kunci dari unit Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), Kesehatan Keselamatan dan Lingkungan Kerja (K3KL), dan bagian umum, serta telaah dokumen teknis. Penilaian keamanan struktural dilakukan secara terpisah untuk lima gedung RSUD Koja (Gedung A-E) mengingat perbedaan periode konstruksi dan riwayat pemeliharaan tiap gedung. Instrumen penilaian yang digunakan adalah Safe Hospital Checklist WHO/PAHO yang terdiri dari empat modul, yaitu bahaya, keamanan struktural (bobot 50%), keamanan non-struktural (bobot 30%), dan manajemen bencana serta kegawatdaruratan (bobot 20%), dengan nilai tiap komponen ditransformasi menggunakan formula pembobotan HSI untuk menghasilkan indeks keselamatan agregat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Koja memperoleh nilai HSI sebesar 0,81 (81%) yang menempatkannya dalam Kategori A berdasarkan klasifikasi WHO/PAHO. Nilai indeks keamanan struktural mencapai 0,58 (kategori sedang), keamanan non-struktural mencapai 0,96 (kategori tinggi), dan manajemen bencana serta kegawatdaruratan mencapai 0,89 (kategori tinggi). Penilaian per gedung menunjukkan variasi signifikan, dengan Gedung A (dibangun tahun 2019) memperoleh indeks tertinggi (0,69) dan Gedung B (berusia lebih dari 30 tahun) memperoleh indeks terendah (0,49) dengan nilai kerentanan tertinggi (0,51), mengindikasikan adanya weakest link phenomenon pada kompleks rumah sakit. Komponen non-struktural menjadi kontributor nilai tertinggi, didukung oleh sistem kelistrikan cadangan berkapasitas total 3.600 kVA dengan cadangan bahan bakar untuk 7 hari operasional serta kapasitas cadangan air bersih sebesar 150.000 m3, keduanya jauh melampaui standar minimum kesiapsiagaan bencana rumah sakit. Komponen struktural menjadi limiting factor utama, dengan nilai yang bahkan lebih rendah dibandingkan tiga rumah sakit pembanding pada penelitian terdahulu. Analisis komparatif dengan instrumen kesiapsiagaan bencana lain, yaitu Kaiser Permanente Hazard Vulnerability Analysis, FEMA P-154 Rapid Visual Screening, dan WHO Comprehensive Safe Hospital Framework, menegaskan posisi HSI sebagai instrumen paling komprehensif dan sesuai konteks regulasi Indonesia, meskipun memiliki keterbatasan pada kedalaman data teknik struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RSUD Koja memiliki kapasitas kesiapsiagaan bencana yang tinggi secara agregat, namun memerlukan penguatan mendesak pada aspek keamanan struktural, khususnya melalui kajian teknis dan retrofit pada Gedung B dan Gedung C, evaluasi jarak pemisah antar-gedung, serta pengembangan skenario Hospital Disaster Plan yang lebih komprehensif untuk mengakomodasi bahaya kegagalan teknologi/siber dan tsunami.
Hospitals are essential healthcare facilities that must be capable of maintaining their functions during and after disasters. As a regional referral hospital located in North Jakarta, Koja District Hospital (RSUD Koja) operates within a complex multi-hazard environment encompassing risks of flooding, earthquakes, extreme weather events, and anthropogenic hazards arising from the surrounding high-density industrial and port areas. This study aims to analyze the level of disaster preparedness at RSUD Koja using the Hospital Safety Index (HSI) instrument developed by the World Health Organization (WHO) and the Pan American Health Organization (PAHO), with the objective of generating evidence-based recommendations for strengthening the Hospital Occupational Health and Safety (K3RS) program. This study employed a quantitative approach with a descriptive design. Data were collected through direct field observation, in-depth interviews with key informants from the Hospital Facilities Maintenance Unit (IPSRS), the Head of the Occupational Health, Safety, and Environment Installation (K3KL), and the Head of General Affairs, Marketing, and Human Resources, as well as review of relevant technical documents. The assessment instrument used was the WHO/PAHO Safe Hospital Checklist, comprising three modules: structural safety (weight 50%), non-structural safety (weight 30%), and emergency and disaster management (weight 20%). Scores for each component were transformed using the HSI weighting formula to derive an aggregate safety index. The results indicate that RSUD Koja achieved an HSI score of 0.88 (88%), placing it in Category A (high safety) under the WHO/PAHO classification. The structural safety index reached 0.84, the non-structural safety index reached 0.96, and the emergency and disaster management index reached 0.89. The non-structural component emerged as the highest-contributing factor, supported by a reliable backup power system with a total capacity of 3,600 kVA, Uninterruptible Power Supply (UPS) systems in critical care areas, emergency fuel reserves sufficient for a minimum of 72 hours of operation, and a certified hazardous waste (B3) management system. The structural component constituted the primary limiting factor, attributed to the technical age disparity across building blocks and the presence of several structures built prior to the implementation of SNI 1726:2019. Comparative analysis with three prior studies revealed that RSUD Koja demonstrates a balanced score distribution profile across all three HSI dimensions, indicating the absence of a single point of failure within the facility's preparedness system. Key findings highlight critical gaps, including incomplete instrument sterilization scenarios and the absence of contingency planning for cyber disasters and tsunami scenarios, both of which require prioritization within the K3RS program. This study concludes that RSUD Koja demonstrates a high level of disaster preparedness; however, continuous improvement remains necessary, particularly with regard to aging building rehabilitation, completion of decontamination facilities, expansion of disaster scenarios within the Hospital Disaster Plan, and integration of periodic HSI assessments as a quantitative basis for K3RS risk management.