Abstrak
Distress psikologis merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang dapat memengaruhi kesejahteraan, produktivitas, dan kualitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Berbagai faktor risiko psikososial, baik yang berasal dari organisasi maupun individu, diduga berkontribusi terhadap munculnya distress psikologis pada ASN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko psikososial yang meliputi faktor organisasi dan faktor individu terhadap distress psikologis pada ASN di Kantor Walikota X. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 257 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75 responden (29,2%) mengalami distress psikologis, sedangkan 182 responden (70,8%) tidak mengalami distress psikologis. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tuntutan kerja (p=0,001), konflik peran (p=0,001), kondisi kesehatan (p=0,001), resiliensi psikologis (p=0,003), tekanan finansial (p=0,001), dan penggunaan media sosial (p=0,001) dengan distress psikologis. Sebaliknya, keadilan organisasi (p=0,099), dukungan sosial (p=0,680), dan mekanisme koping (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan distress psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko psikososial yang berhubungan dengan distress psikologis pada ASN meliputi tuntutan kerja, konflik peran, kondisi kesehatan, resiliensi psikologis, tekanan finansial, dan penggunaan media sosial. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan program promotif dan preventif kesehatan mental, seperti Employee Assistance Program (EAP), penguatan resiliensi psikologis, literasi keuangan, serta edukasi penggunaan media sosial yang sehat guna mendukung kesejahteraan psikologis ASN dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Psychological distress is a mental health issue that can impact the well-being, productivity, and quality of performance of State Civil Servants (ASN). Various psychosocial risk factors, both organizational and individual, are suspected to contribute to the emergence of psychological distress in ASN. This study aims to analyze the relationship between psychosocial risk factors, including organizational and individual factors, and psychological distress in ASN at the Mayor's Office X. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 257 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis and the Chi-Square test to determine the relationship between variables. The results showed that 75 respondents (29.2%) experienced psychological distress, while 182 respondents (70.8%) did not experience psychological distress. Bivariate analysis showed a significant relationship between job demands (p=0.001), role conflict (p=0.001), health conditions (p=0.001), psychological resilience (p=0.003), financial stress (p=0.001), and social media use (p=0.001) and psychological distress. Conversely, organizational justice (p=0.099), social support (p=0.680), and coping mechanisms (p=1.000) did not show a significant relationship with psychological distress. This study concluded that psychosocial risk factors associated with psychological distress in civil servants include job demands, role conflict, health conditions, psychological resilience, financial stress, and social media use. Therefore, organizations need to develop promotive and preventive mental health programs, such as Employee Assistance Programs (EAPs), strengthening psychological resilience, financial literacy, and education on healthy social media use to support the psychological well-being of civil servants and improve the quality of public services.