Abstrak
Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Salah satu program yang diterapkan oleh PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur adalah Safety Friendly Program, yang terdiri atas kegiatan observasi keselamatan, inspeksi keselamatan, dan manajemen menyapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Safety Friendly Program terhadap penurunan nilai Accident Frequency Rate (AFR) sebagai indikator kinerja keselamatan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain time series comparative. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan pelaksanaan Safety Friendly Program dan data statistik kecelakaan kerja periode Kuartal III Tahun 2025 hingga Kuartal I Tahun 2026. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan perangkat lunak statistik. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk sebelum pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety Friendly Program dilaksanakan secara konsisten selama periode penelitian. Aktivitas observasi, inspeksi, dan manajemen menyapa menunjukkan keterlibatan aktif manajemen dan pekerja dalam upaya peningkatan keselamatan kerja. Pada periode yang sama, nilai AFR menunjukkan tren penurunan dari 10,57 pada Kuartal III Tahun 2025 menjadi 8,02 pada Kuartal IV Tahun 2025 dan 3,07 pada Kuartal I Tahun 2026. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Safety Friendly Program berkontribusi terhadap penurunan frekuensi kecelakaan kerja selama periode intervensi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Safety Friendly Program efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kinerja keselamatan dan menurunkan nilai Accident Frequency Rate (AFR) pada PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur. Program ini dapat dijadikan strategi berkelanjutan dalam memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan partisipasi pekerja, dan mendukung pencapaian target zero accident.
The mining industry is recognized as a high-risk sector with significant occupational accident potential, requiring effective risk control measures to improve safety performance. One of the initiatives implemented by PT X, a coal mining contractor in East Kalimantan, is the Safety Friendly Program, which consists of safety observations, safety inspections, and management engagement activities (management walk-around). This study aims to analyze the effectiveness of the Safety Friendly Program in reducing the Accident Frequency Rate (AFR) as an indicator of organizational safety performance. This study employed a quantitative approach using a comparative time-series design. Secondary data were collected from Safety Friendly Program implementation reports and occupational accident statistics covering the period from the third quarter of 2025 to the first quarter of 2026. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate statistical methods. A Shapiro-Wilk normality test was performed prior to hypothesis testing. The results indicate that the Safety Friendly Program was implemented consistently throughout the study period. Safety observation activities, inspections, and management engagement demonstrated active participation from both management and workers in promoting workplace safety. During the same period, the AFR showed a declining trend, decreasing from 10.57 in the third quarter of 2025 to 8.02 in the fourth quarter of 2025 and further to 3.07 in the first quarter of 2026. These finding indicates that the implementation of the Safety Friendly Program contributed to a reduction in the frequency of work-related accidents during the intervention period. The study concludes that the Safety Friendly Program is an effective preventive strategy for improving safety performance and reducing the Accident Frequency Rate (AFR) at PT X. The program can serve as a sustainable approach to strengthening safety culture, increasing worker participation, and supporting the achievement of a zero-accident objective.