Abstrak
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan karakteristik pelayanan yang kompleks, tingkat ketidakpastian yang tinggi, serta variasi penggunaan sumber daya yang besar. Kondisi tersebut menyebabkan variasi tagihan pelayanan antar pasien, bahkan pada kelompok pembiayaan yang sama. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi besaran tagihan pelayanan menjadi penting untuk mendukung efisiensi pengelolaan biaya dan keberlanjutan finansial rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan pelayanan Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder pasien IGD periode tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 8.483 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, diagnosis berdasarkan kelompok ICD-10, tingkat triase Australasian Triage Scale (ATS), status keluar pasien, dan cara bayar. Variabel dependen adalah total tagihan pelayanan IGD. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis, serta multivariat menggunakan Generalized Linear Model (GLM) distribusi Gamma dengan fungsi log. Hasil: Mayoritas pasien merupakan kelompok usia dewasa (65,2%), berjenis kelamin perempuan (50,8%), memiliki tingkat triase ATS 4 (57,6%), dan menggunakan pembayaran umum (56,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, diagnosis, triase, dan cara bayar berhubungan signifikan dengan total tagihan pelayanan IGD (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, diagnosis, triase, dan cara bayar berpengaruh signifikan terhadap total tagihan pelayanan IGD (p<0,05). Cara bayar merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi besaran tagihan, dengan pasien asuransi memiliki tagihan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien BPJS sebagai kelompok referensi. Analisis variabel komposit menunjukkan bahwa kombinasi diagnosis dan triase memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variasi total tagihan pelayanan IGD. Kesimpulan: Total tagihan pelayanan IGD dipengaruhi oleh karakteristik pasien, kondisi klinis, dan mekanisme pembiayaan. Cara bayar merupakan faktor paling dominan dalam pembentukan tagihan pelayanan IGD. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pembiayaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk variasi biaya pelayanan, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan biaya rumah sakit dan pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan.
Background: Emergency Departments (EDs) are among the most complex hospital service units, characterized by high clinical uncertainty and substantial variations in resource utilization. These characteristics contribute to considerable variability in service charges among patients, even within the same financing scheme. Understanding the factors of ED service charges is essential for improving cost efficiency and ensuring hospital financial sustainability. Objective: This study aimed to analyze the factors Associated of Emergency Department service charges at Santa Elisabeth Hospital Batam. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design using secondary data from ED patients treated during 2025. A total of 8,483 patients meeting the inclusion criteria were analyzed. Independent variables included age, sex, diagnosis category based on ICD-10 chapters, Australasian Triage Scale (ATS) level, discharge status, and payment method. The dependent variable was total ED service charges. Data were analyzed using univariate statistics, Mann–Whitney U and Kruskal–Wallis tests for bivariate analysis, and Generalized Linear Modeling (GLM) with Gamma distribution and log-link function for multivariate analysis. Results: Most patients were adults (65.2%), female (50.8%), classified as ATS 4 (57.6%), and self-paying patients (56.0%). Bivariate analysis demonstrated significant associations between age, diagnosis, triage category, payment method, and total ED charges (p<0.05), while sex was not significantly associated. Multivariate analysis revealed that age, sex, diagnosis, triage category, and payment method significantly influenced total ED service charges (p<0.05). Payment method was identified as the most dominant factors, with insured patients incurring significantly higher charges than BPJS-insured patients as the reference group. Composite variable analysis further demonstrated that the interaction between diagnosis and triage level significantly contributed to variations in total ED service charges. Conclusion: Total ED service charges are influenced by patient characteristics, clinical conditions, and financing mechanisms. Payment method emerged as the strongest factors of service charges. These findings highlight the critical role of healthcare financing systems in shaping cost variations and provide important implications for hospital cost management and healthcare financing policy development. Keywords: Emergency Department, Service Charges, Cost of Treatment, Generalized Linear Model, Triage, ICD-10 Diagnosis, Payment Method, Hospital Administration.