Abstrak
Mahasiswa internasional merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko psikososial akibat tuntutan akademik, proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru, serta perubahan kondisi tempat tinggal. Asrama mahasiswa, meskipun dirancang untuk mendukung integrasi sosial dan interaksi antar mahasiswa, juga dapat menjadi sumber berbagai stresor psikososial dan lingkungan yang memengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko psikososial dan faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko tersebut pada mahasiswa internasional yang tinggal di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan instrumen yang telah tervalidasi. Tingkat stres yang dirasakan diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan stresor psikososial diukur menggunakan item-item terpilih dari Student Stress Questionnaire (SSQ). Faktor lain yang dianalisis meliputi usia, dukungan teman sebaya, kenyamanan lingkungan, keamanan, kualitas tidur, dukungan keluarga, dan homesickness. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, independent samples t-test, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa internasional mengalami tingkat stres yang dirasakan pada kategori sedang. Sebagian besar responden melaporkan tingkat tekanan akademik, kepuasan terhadap lingkungan asrama, penyesuaian budaya, dan dukungan sosial pada kategori sedang, sedangkan tingkat stres finansial mayoritas berada pada kategori rendah. Analisis korelasi menunjukkan bahwa stres akademik memiliki hubungan positif yang signifikan dengan tingkat stres yang dirasakan, sementara usia memiliki hubungan negatif yang signifikan. Analisis regresi berganda lebih lanjut menunjukkan bahwa usia dan dukungan teman sebaya merupakan prediktor signifikan terhadap tingkat stres yang dirasakan. Mahasiswa yang lebih tua dan memiliki dukungan teman sebaya yang lebih kuat cenderung melaporkan tingkat stres yang lebih rendah. Sebaliknya, kualitas tidur, kenyamanan lingkungan, keamanan, dukungan keluarga, dan homesickness tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dalam model regresi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan akademik dan sosial dalam mengurangi tekanan psikososial pada mahasiswa internasional yang tinggal di asrama universitas. Temuan penelitian ini memberikan bukti empiris yang kontekstual dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan intervensi institusional untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan psikososial mahasiswa internasional di Universitas Indonesia. Kata kunci: Risiko psikososial; mahasiswa internasional; asrama mahasiswa; stres yang dirasakan; Student Stress Questionnaire; Universitas Indonesia.

International students are particularly vulnerable to psychosocial risks due to academic demands, adaptation to unfamiliar environments, and changes in living conditions. University dormitories, while intended to promote social integration and peer interaction, may also expose students to psychosocial and environmental stressors that influence psychological well-being. This study aimed to assess psychosocial risk outcomes and associated influencing factors among international students residing in the Asrama Mahasiswa at Universitas Indonesia. A quantitative cross-sectional study design was employed. Data were collected using a structured self-administered questionnaire developed from validated instruments. Perceived stress was measured using the 10-item Perceived Stress Scale (PSS-10), while psychosocial stressors were assessed using selected items from the Student Stress Questionnaire (SSQ). Additional variables examined included academic pressure, dormitory environment, cultural adjustment, financial stress, social support, age, peer support, environmental comfort, safety, sleep quality, family support, and homesickness. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, independent samples t-tests, and multiple regression analysis. The findings indicated that international students experienced an overall moderate level of perceived stress. Most participants reported moderate levels of academic pressure (64.0%), dormitory environment satisfaction (64.0%), cultural adjustment (59.6%), and social support (71.9%), while financial stress was predominantly low (62.9%). Academic stress demonstrated a statistically significant positive relationship with perceived stress, whereas age showed a significant negative relationship. Multiple regression analysis further identified age and peer support as significant predictors of perceived stress, indicating that older students and those with stronger peer support tended to report lower stress levels. In contrast, sleep quality, environmental comfort, safety, family support, homesickness, and coping mechanisms were not statistically significant predictors of perceived stress. Overall, the findings highlight the important role of academic demands as a primary psychosocial stressor, while peer support serves as an important protective factor among international students residing in university dormitories. The study provides localized empirical evidence that may support the development of contextually relevant academic, social, and mental health interventions aimed at improving student well-being and psychosocial resilience at Universitas Indonesia. Keywords: Psychosocial risks; International students; Perceived stress; University dormitories; Student Stress Questionnaire; Asrama Mahasiswa; Universitas Indonesia