Abstrak
Penggunaan kontrasepsi pascapersalinan di Kota Pekanbaru pada tahun 2024 tercatat sebesar 45%. Angka tersebut mengindikasikan bahwa capaian program masih belum memenuhi indikator keberhasilan sebesar 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kontrasepsi pascapersalinan di Kota Pekanbaru tahun 2026 berdasarkan Model Perilaku Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Andersen. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 210 responden berusia 21- 49 tahun. Data dikumpulkan secara self-administered melalui google form. Hasil analisis data menunjukkan sebanyak 47,6% responden menggunakan kontrasepsi pascapersalinan. Paritas, dukungan suami, dan konseling merupakan variabel yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kontrasepsi pascapersalinan. Variabel dukungan suami adalah variabel dominan yang memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku penggunaan kontrasepsi pascapersalinan (aOR = 4,886; 95% CI = 1,344 – 17,760). Responden yang mendapatkan dukungan suami memiliki odds sebesar 4,89 kali untuk menggunakan kontrasepsi pascapersalinan dibandingkan dengan responden yang tidak mendapat dukungan suami, setelah dikontrol oleh paritas dan konseling.

Postpartum contraceptive use in Pekanbaru City in 2024 was recorded at 45%. This figure suggests that the program has yet to meet its established success indicators of 70%. The objective of this study is to identify factors associated with postpartum contraceptive uptake in Pekanbaru City by 2026, based on Andersen’s Behavioral Model of Health Service Utilization. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 210 respondents aged 21 - 49 years. Data were collected through self-administered questionnaires via Google Forms. The results of the data analysis indicated that 47.6% of respondents reported using postpartum contraception. Parity, husband support, and counseling are variables associated with postpartum contraceptive use behavior. Husband support was identified as the dominant variable with a significant relationship with postpartum contraceptive uptake (aOR = 4,886; 95% CI = 1,344 – 17,760). Respondents who received husband support had 4.89 times the odds of using postpartum contraception compared to those who did not, after controlling for parity and counseling.