Abstrak
Fasilitas penyimpanan crude oil pada industri hulu minyak dan gas memiliki tingkat potensi bahaya kebakaran dan ledakan yang tinggi karena menyimpan hidrokarbon dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menuntut dilakukannya penilaian risiko untuk mengidentifikasi tingkat bahaya, memperkirakan potensi kerugian, serta menentukan prioritas pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kebakaran dan ledakan pada Tangki S-01 di PT X menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI) Edisi ke-7. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif semi-kuantitatif melalui pengumpulan data yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta telaah terhadap dokumen perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tangki S-01 memiliki nilai Fire and Explosion Index (F&EI) sebesar 89,04 yang termasuk dalam kategori moderate hazard. Selain itu, estimasi Maximum Probable Days Outage (MPDO) menunjukkan potensi gangguan operasional selama 39 hari apabila terjadi kebakaran atau ledakan, sedangkan estimasi kerugian akibat terhentinya aktivitas bisnis  mencapai US$ 3.232.125

Crude oil storage facilities in the upstream oil and gas industry are exposed to a high potential for fire and explosion hazards due to the large volumes of hydrocarbons they contain. This condition necessitates risk assessment to identify hazard levels, estimate potential losses, and establish appropriate risk control priorities. This study aimed to analyze the fire and explosion risk level of Storage Tank S-01 at PT X using the 7th Edition of the Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI) method. A descriptive semi-quantitative approach was employed, with data collected through field observations, interviews, documentation, and a review of company documents. The analysis revealed that Storage Tank S-01 obtained a Fire and Explosion Index (F&EI) value of 89.04, classifying it as a moderate hazard. Furthermore, the estimated Maximum Probable Days Outage (MPDO) indicated a potential operational disruption of 39 days in the event of a fire or explosion, while the estimated business interruption loss was US$3,232,125