Abstrak
Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) yang tinggi pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiovaskular hingga usia dewasa. Penelitian mengenai konsumsi MBDK pada remaja di Indonesia masih banyak berbasis frekuensi, sedangkan pengukuran dalam satuan volume masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata konsumsi MBDK berdasarkan faktor-faktor yang berhubungan pada siswa SMAN 81 Jakarta Timur tahun 2026. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 199 siswa yang dipilih melalui convenience sampling. Konsumsi MBDK diukur menggunakan kuesioner BEVQ-15 dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney U. Rata-rata konsumsi MBDK sebesar 349,58±422,87 mL/hari dengan median 184,38 mL/hari. Terdapat perbedaan konsumsi yang bermakna berdasarkan jenis kelamin, sikap terhadap MBDK, self-efficacy, kemampuan membaca label gizi, serta pengaruh konten dan iklan (p < 0,05), sedangkan uang jajan, pengetahuan terhadap MBDK dan label, status gizi, pengaruh teman sebaya, dan aksesibilitas MBDK tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa faktor individu serta paparan konten dan iklan di media digital berkaitan dengan perbedaan konsumsi MBDK pada remaja.

High consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) among adolescents is a public health concern, as it is associated with an increased risk of obesity, type 2 diabetes mellitus, and cardiovascular diseases in adulthood. Research on SSB consumption among adolescents in Indonesia has mostly focused on frequency-based measures, while volume-based assessment remains limited. This study aimed to analyze differences in the average consumption of SSBs according to associated factors among students at SMAN 81 East Jakarta in 2026. This observational study employed a cross-sectional design and involved 199 students selected through convenience sampling. SSB consumption was measured using the BEVQ-15 questionnaire and analyzed using the Mann–Whitney U test. The average SSB consumption was 349.58 ± 422.87 mL/day, with a median of 184.38 mL/day. Significant differences in SSB consumption were observed according to gender, attitudes toward SSBs, self-efficacy, nutrition label literacy, and exposure to digital content and advertisements (p < 0.05), whereas no significant differences were found according to pocket money, knowledge of SSBs and nutrition labels, nutritional status, peer influence, or SSB accessibility (p > 0.05). It can be concluded that individual factors, as well as exposure to digital content and advertisements, are associated with differences in SSB consumption among adolescents.