Abstrak
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat risiko DM Tipe 2 pada orang dewasa usia 35–59 tahun di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 177 responden yang dipilih secara purposif. Pengambilan data meliputi wawancara kuesioner Modified FINDRISC-BI, asupan gizi melalui Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), serta pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact, serta multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda dengan metode Backward LR. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p-value < 0,05) antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, riwayat keluarga, riwayat glukosa darah tinggi, hipertensi, aktivitas fisik, dan konsumsi sayur buah dengan tingkat risiko DM Tipe 2. Sebaliknya, asupan karbohidrat, asupan lemak, frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p-value > 0,05).
Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence that often presents no symptoms in its early stages, making early detection highly necessary. This study aimed to determine the factors associated with the risk level of T2DM among adults aged 35–59 years in Sukmajaya District, Depok City in 2026. This research is an observational quantitative study with a cross-sectional design. The study sample consisted of 177 respondents selected through purposive sampling. Data collection included interviews using the Modified FINDRISC-BI questionnaire, nutritional intake assessment via the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and anthropometric measurements (body weight, height, and waist circumference). Data analysis was conducted univariately, bivariately using Chi-Square and Fisher's Exact tests, and multivariately using Multiple Logistic Regression with the Backward LR method. The bivariate analysis results showed a statistically significant association (p-value < 0.05) between Body Mass Index (BMI), waist circumference, family history, history of high blood glucose, hypertension, physical activity, and vegetable and fruit consumption with the risk level of T2DM. Conversely, carbohydrate intake, fat intake, and the frequency of sweet food and beverage consumption showed no significant association (p-value > 0.05).