Abstrak
Latar Belakang: Penggunaan rokok elektronik pada remaja usia sekolah di Indonesia terus meningkat dan memicu kekhawatiran kesehatan masyarakat. Intensi perilaku yang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, perceived behavioral control (PBC), dan paparan promosi di media sosial berperan penting dalam memprediksi perilaku vaping pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik, sikap, norma subjektif, PBC, dan paparan promosi media sosial dengan intensi penggunaan rokok elektronik pada siswa SMP. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional ini dilakukan pada siswa SMP X Jakarta dengan melibatkan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui metode stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mandiri terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square (α = 0,05) dan Odds Ratio (OR). Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki intensi penggunaan rokok elektronik yang rendah (68,3%) dan tingkat paparan promosi media sosial yang rendah (73,3%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkatan kelas (p = 0,719), jenis kelamin (p = 0,620), uang saku (p = 0,312), dan paparan promosi media sosial (p = 0,789) dengan intensi siswa. Sebaliknya, hubungan signifikan ditemukan pada variabel kelompok usia (p = 0,029; OR = 2,590), sikap (p < 0,001; OR = 0,081), norma subjektif (p < 0,001; OR = 0,101), dan PBC (p < 0,001; OR = 0,085). Kesimpulan: Faktor kelompok usia, sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control memiliki hubungan yang signifikan dengan intensi penggunaan rokok elektronik pada siswa SMP X Jakarta, sedangkan paparan promosi media sosial tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Upaya intervensi kesehatan disarankan lebih difokuskan pada penguatan kontrol internal siswa serta optimalisasi program peer counselor (konselor sebaya) di sekolah.

Background: The use of e-cigarettes among school-aged adolescents in Indonesia continues to rise, raising public health concerns. Behavioral intentions, which are influenced by attitudes, subjective norms, perceived behavioral control (PBC), and exposure to social media promotions, play a crucial role in predicting vaping behavior among adolescents. This study aims to analyze the relationship between characteristics, attitudes, subjective norms, PBC, and exposure to social media promotions with the intention to use e-cigarettes among junior high school students. Methods: This quantitative study with a cross-sectional design was conducted among students at Junior High School X in Jakarta, involving a sample of 101 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected using a structured self-administered questionnaire and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test (α = 0.05) and odds ratio (OR). Results: Univariate analysis showed that the majority of respondents had a low intention to use e-cigarettes (68.3%) and a low level of exposure to social media promotions (73.3%). Bivariate analysis showed no significant association between grade level (p = 0.719), gender (p = 0.620), allowance (p = 0.312), and exposure to social media promotions (p = 0.789) and students’ intention. In contrast, significant associations were found for age group (p = 0.029; OR = 2.590), attitude (p < 0.001; OR = 0.081), subjective norm (p < 0.001; OR = 0.101), and PBC (p < 0.001; OR = 0.085). Conclusion: The factors of age group, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were significantly associated with e-cigarette use intentions among students at Junior High School X in Jakarta, whereas exposure to social media promotions did not show a significant association. Health intervention efforts are recommended to focus more on strengthening students’ internal control and optimizing the peer counselor program at the school.