Abstrak
<div style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terkait tingkat stres kerja pada pekerja dengan sistem kerja hibrida di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini melibatkan 116 responden dengan pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Hasil analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stres kerja dengan desain tugas yang buruk (p value = 0,001; OR = 3,875), beban kerja yang berat (p value = 0,033; OR = 2,273), lingkungan kerja yang buruk (p value = 0,004; OR = 3,033), dan overcommitment (p value = 0,006; OR = 2,919). Sistem kerja hibrida dapat mendorong sifat overcommitment serta meningkatkan beban kerja. Selain itu, diperlukan penyesuaian terkait desain tugas yang dikerjakan selama bekerja hibrida dan pemilihan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk dilakukan evaluasi dan penyesuaian beban kerja serta desain tugas, pemberian pedoman terkait lingkungan kerja yang baik untuk bekerja secara hibrida, dan membangun budaya kerja yang memiliki batasan yang sehat antara pekerjaan dan personal.</div><hr /><div style="text-align: justify;">This study aimed to analyze the risk factors associated with work-related stress levels among employees working under hybrid work system in the DKI Jakarta Province. This Study employed a quantitative approach with a cross-sectional study design. The results of the chi-square analysis indicated significant associations between work-related stress levels and poor task design (p value = 0,001; OR = 2,919), heavy workload (p value = 0,033), poor work environment (p value = 0,004; OR = 3,033) and overcommitment (p value = 0,006; OR = 2,919). A hybrid work system may encourage overcommitment and increase workload. In addition, adjustments to task design during hybrid work and the selection of a healthy and comfortable work environment are necessary. Based on these findings, it is recommended to evaluate and adjust workload and task design, provide guidelines on creating a suitable work environment for hybrid work, and foster a work culture that promotes healthy boundaries between work and personal life.</div>