Abstrak
Sisa makanan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan gizi di rumah sakit. Sisa makanan yang tinggi (≥20%) dapat menyebabkan kebutuhan energi dan zat gizi pasien tidak terpenuhi sehingga berpotensi menghambat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan pada pasien dewasa rawat inap di RSUD Anugerah Sehat Afiat tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 100 pasien dewasa rawat inap. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengamatan sisa makanan menggunakan metode visual Comstock pada waktu makan pagi, siang, dan malam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia dewasa awal (54,0%), berjenis kelamin perempuan (60,0%), memiliki pendidikan terakhir tinggi (63,0%), dan memiliki kebiasaan makan tidak sesuai (90,0%). Proporsi pasien dengan sisa makanan ≥20% sebesar 50,0%. Sebagian besar responden menilai penampilan makanan menarik (73,0%) dan rasa makanan enak (67,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan sisa makanan pasien. Sebaliknya, pendidikan terakhir, kebiasaan makan, penampilan makanan, rasa makanan, ketepatan waktu penyajian makanan, dan pelayanan penyaji makanan tidak berhubungan dengan sisa makanan pasien. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi rumah sakit.
Patient food waste is one of the indicators used to evaluate the quality of nutrition services in hospitals. High food waste (≥20%) may result in inadequate energy and nutrient intake, potentially delaying the recovery process. This study aimed to identify factors associated with food waste among adult inpatients at Anugerah Sehat Afiat Regional General Hospital in 2026. A cross-sectional study design was employed involving 100 adult inpatients. Data were collected through questionnaires and food waste observations using the Visual Comstock method during breakfast, lunch, and dinner. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. The results showed that most respondents were early adults (54.0%), female (60.0%), had a high level of education (63.0%), and had inappropriate eating habits (90.0%). The proportion of patients with food waste ≥20% was 50.0%. Most respondents perceived the food appearance as attractive (73.0%) and the food taste as good (67.0%). Bivariate analysis revealed significant associations between age and sex with patient food waste. In contrast, educational level, eating habits, food appearance, food taste, meal serving timeliness, and food service staff performance were not significantly associated with patient food waste. The findings of this study may serve as evaluation material for improving the quality of hospital nutrition services.