Abstrak
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, dan mendorong perilaku kerja yang aman guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Namun, efektivitas pelatihan K3 perlu dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pelatihan telah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan K3 berdasarkan aspek Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku (PSP) pada pekerja subkontraktor di PT. X tahun 2026. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain penelitian triangulasi konkuren (concurrent triangulation) pada 21 pekerja. Data kuantitatif diperoleh melalui nilai pre-test dan post-test, dan kuesioner, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara pada pekerja, wawancara pada pengawas, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan setelah pelatihan. Variabel pengetahuan dan sikap umumnya berada pada kategori baik, sedangkan perilaku menunjukkan hasil yang lebih bervariasi. Berdasarkan evaluasi PSP, tiga pelatihan tergolong efektif dan tiga pelatihan tergolong efektif parsial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan K3 di PT. X efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap keselamatan kerja pekerja. Namun, perubahan perilaku keselamatan kerja belum terjadi secara optimal pada seluruh kelompok pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui pengawasan, pembinaan, dan monitoring berkelanjutan untuk meningkatkan konsistensi perilaku keselamatan kerja di lapangan.
Occupational Safety and Health (OHS) training is one of the efforts undertaken by companies to improve knowledge, shape attitudes, and encourage safe work behaviors to prevent workplace accidents. However, the effectiveness of OHS training needs to be evaluated to determine the extent to which training objectives have been achieved. This study aims to evaluate the effectiveness of OHS training based on the Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) aspects of subcontractor workers at PT. X in 2026. This study used a mixed methods design with a concurrent triangulation design on 21 workers. Quantitative data were obtained through pre- and post-test scores, and questionnaires, while qualitative data were collected through worker interviews, supervisor interviews, and observations. The results showed that all training groups experienced an increase in knowledge after the training. Knowledge and attitude variables generally categorized as good, while behavior showed more variable results. Based on the PSP evaluation, three training courses were classified as effective and three training courses were classified as partially effective. This study concluded that OHS training at PT. X was effective in improving workers' knowledge and shaping occupational safety attitudes. However, changes in occupational safety behavior have not been optimally achieved across all training groups. Therefore, strengthening is needed through continuous supervision, coaching, and monitoring to improve the consistency of work safety behavior in the field.