Abstrak
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Pola keteraturan kunjungan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) menjadi salah satu indikator pemanfaatan layanan yang penting dalam mendukung pengendalian penyakit dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pola keteraturan kunjungan RJTP serta hubungan faktor predisposisi dan faktor pemungkin dengan pola keteraturan kunjungan tersebut pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penderita DM usia produktif di DKI Jakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang mencakup periode pelayanan Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 2.074 peserta aktual yang merepresentasikan estimasi sampel terbobot sebanyak 25.470 peserta usia 15–64 tahun dengan diagnosis DMT1 maupun DMT2. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta (90,5%) termasuk dalam kategori tidak rutin melakukan kunjungan RJTP berdasarkan definisi operasional penelitian. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmen kepesertaan, jenis FKTP, dan kepemilikan FKTP, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan pola keteraturan kunjungan RJTP (p-value > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ketidakteraturan kunjungan RJTP yang tercatat dalam data klaim ditemukan pada sebagian besar peserta JKN usia produktif dengan DM di DKI Jakarta, dan belum dapat dijelaskan oleh variabel predisposisi maupun pemungkin yang dianalisis dalam penelitian ini. Diperlukan penguatan peran FKTP dalam pemantauan peserta DM, optimalisasi sistem pengingat kunjungan, serta evaluasi hambatan layanan untuk meningkatkan kesinambungan pengelolaan DM di pelayanan primer.
Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous monitoring through primary healthcare services. The pattern of regularity of Primary Outpatient Care (POC) visits is an important indicator of service utilization in supporting disease control and preventing complications. This study aimed to analyze the pattern of regularity of POC visits and the association between predisposing and enabling factors and visit regularity among productive-age National Health Insurance (JKN) participants with DM in DKI Jakarta in 2024. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data, covering services from January to December 2024. The study sample consisted of 2,074 actual participants, representing a weighted estimate of 25,470 participants aged 15–64 years diagnosed with T1DM or T2DM. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with simple logistic regression. The results showed that the majority of participants (90.5%) were classified as having irregular POC visits based on the study’s operational definition. Bivariate analysis revealed that all independent variables, namely age, sex, marital status, membership segment, type of primary healthcare facility, and facility ownership, were not significantly associated with the pattern of regularity of POC visits (p-value > 0.05). These findings indicate that irregular POC visits recorded in claims data were observed among most productive-age JKN participants with DM in DKI Jakarta and were not explained by the predisposing and enabling variables analyzed in this study. Strengthening the role of primary healthcare facilities in monitoring DM patients, optimizing appointment reminder systems, and evaluating service barriers are needed to support sustainable DM management in primary care.