Abstrak
Sektor pertanian merupakan salah satu pekerjaan paling berbahaya dengan kecelakaan kerja, paparan bahan kimia, dan angka kematian yang tinggi. Petani padi terpapar oleh bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan bahaya keselamatan. Perilaku kesehatan merupakan gabungan dari pengetahuan, sikap, dan praktik. Perilaku K3 sangat terkait dengan upaya pemeliharaan dan peningkatan kondisi keselamatan dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor karakteristik demografi yang berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani padi di Desa Linggar. Sampel diambil dari setiap kelompok tani padi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji Chi- Square, dan uji Fisher Exact. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan usia (p=0,001; OR=0,183; 95% CI:0,066-0,512) dan tingkat pendapatan dengan pengetahuan (p=0,028; OR=3,111; 95% CI:1,110-8,716). Petani berusia ≥60 tahun dan petani dengan pendapatan rendah kemungkinan memiliki tingkat pengetahuan kurang baik yang lebih besar. Tingkat pendapatan berhubungan dengan sikap (p = 0,03; OR=0,271; 95% CI:0,080-0,917). Petani dengan tingkat pendapatan tinggi kemungkinan memiliki sikap negatif terhadap K3 yang lebih besar. Tingkat pendidikan berhubungan dengan praktik (p=0,041; OR=3,885; 95% CI:0,995-15,17). Petani dengan tingkat pendidikan dasar kemungkinan memiliki praktik kurang baik yang lebih tinggi. Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dapat bekerja sama dengan instansi lain untuk menyelenggarakan promosi K3 pada petani usia ≥60 tahun, petani dengan pendapatan rendah maupun tinggi, dan petani dengan tingkat pendidikan dasar.
Agriculture is one of the most dangerous industries, with high rates of occupational accidents, chemical exposure, and fatality rates. Rice farmers are exposed to various physical, chemical, biological, ergonomic, and safety hazards. Health behavior is a combination of knowledge, attitude, and practice. Occupational safety and health (OSH) behavior plays a central role in maintaining and promoting workers' safety and health conditions. This study examined which demographic characteristics were associated with OSH knowledge, attitude, and practice among rice farmers in Linggar Village. Samples were drawn from each farmer group in the village, with data collected through structured interviews and analyzed using descriptive statistics, the Chi-Square test, and Fisher's Exact test. The analysis revealed a significant association between age and knowledge (p=0.001; OR=0.183; 95% CI: 0.066–0.512), as well as between income and knowledge (p=0.028; OR=3.111; 95% CI: 1.110–8.716). Farmers aged 60 and above, along with those in lower-income brackets, were more likely to have poor OSH knowledge. Income was also linked to attitude (p=0.03; OR=0.271; 95% CI: 0.080–0.917), with higher-income farmers more likely to hold negative attitudes toward OSH. Education level was associated with practice (p=0.041; OR=3.885; 95% CI: 0.995–15.17), with less-educated farmers more likely to engage in poor OSH practices. These findings suggest Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, in collaboration with other authorities could develop OSH promotion programs, particularly for farmers aged 60 and above, those at either end of the income spectrum, and those with only basic education.