Abstrak
<div style="text-align: justify;">Kelelahan kerja merupakan permasalahan multidimensional yang menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Dampaknya tidak hanya menurunkan kondisi fisik dan mental pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap sekitar 15&ndash;20% kecelakaan kerja di tingkat nasional dan 13&ndash;19% kecelakaan kerja di tingkat internasional, termasuk kecelakaan fatal. Pada sektor pertambangan, risiko tersebut semakin meningkat akibat karakteristik operasional yang menuntut, sehingga pekerja tambang memiliki kemungkinan mengalami kelelahan sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan pekerja di sektor industri lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kelelahan subjektif pada operator kendaraan tambang batu bara PT X tahun 2026 sekaligus menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan.&nbsp; Faktor yang dikaji mencakup faktor terkait pekerjaan, yaitu&nbsp; beban kerja, shift kerja, lingkungan kerja, stres kerja, dan masa kerja, serta faktor tidak terkait pekerjaan, yaitu usia, kualitas tidur, kuantitas tidur, status pernikahan, gizi, konsumsi kafein, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik. Pengukuran kelelahan dilakukan menggunakan instrumen yang tervalidasi, yaitu Occupational fatigue Exhaustion Recovery Scale (OFER), variabel beban kerja diukur menggunakan NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ), variabel stres kerja diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), variabel&nbsp; kualitas dan kuantitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan variabel aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Dengan desain penelitian potong lintang (cross-sectional), analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini&nbsp; menunjukkan bahwa baik faktor risiko kelelahan terkait pekerjaan maupun tidak terkait pekerjaan berhubungan signifikan dengan kelelahan. Variabel yang berhubungan secara signifikan yaitu lingkungan kerja, stres kerja, masa kerja, kualitas tidur, kuantitas tidur, status pernikahan, dan aktivitas fisik. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan program manajemen kelelahan terutama terkait faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan untuk menurunkan risiko kelelahan serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja di sektor pertambangan.</div><hr /><div style="text-align: justify;">Workplace fatigue is a multidimensional problem that poses a serious threat to occupational safety and health (OHS) because it is influenced by various interacting factors. Its impact not only reduces the physical and mental condition of workers, but also contributes to approximately 15&ndash;20% of workplace accidents nationally and 13&ndash;19% of workplace accidents internationally, including fatal accidents. In the mining sector, this risk is further increased due to demanding operational characteristics, so that mine workers are approximately two to three times more likely to experience fatigue than workers in other industrial sectors. This study aims to determine the picture of subjective fatigue in coal mining vehicle operators at PT X in 2026 while analyzing factors related to fatigue. The factors studied include work-related factors, namely workload, work shifts, work environment, job stress, and length of service, as well as non-work-related factors, namely age, sleep quality, sleep quantity, marital status, nutrition, caffeine consumption, smoking habits, and physical activity. fatigue measurements were conducted using a validated instrument, namely the Occupational fatigue Exhaustion Recovery Scale (OFER), workload variables were measured using the NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ), work stress variables were measured using the Perceived Stress Scale (PSS), sleep quality and quantity variables were measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and physical activity variables were measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). With a cross-sectional study design, data analysis was conducted descriptively and inferentially using the chi-square test. The results of this study indicate that both work-related and non-work-related fatigue risk factors are significantly related to fatigue. The variables that are significantly related are the work environment, work stress, tenure, sleep quality, sleep quantity, marital status, and physical activity. The findings of this study indicate the importance of improving fatigue management programs, especially related to risk factors related to fatigue, to reduce the risk of fatigue and prevent occupational accidents in the mining sector.</div>