Abstrak
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, di mana iklim keselamatan organisasi diyakini berperan penting dalam membentuk perilaku keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim keselamatan dengan perilaku keselamatan melalui pengetahuan keselamatan dan motivasi keselamatan pada pekerja Proyek Y PT X tahun 2026, menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Griffin dan Neal (2000, 2006) sebagai data utama. Penelitian dilakukan pada 218 responden dengan desain cross sectional, dan data dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel untuk menguji peran mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim keselamatan berada pada kategori tinggi (mean = 3,45), dengan dimensi management values sebagai kontributor tertinggi (3,52) dan safety training sebagai yang terendah (3,39). Pengetahuan keselamatan (3,43) dan motivasi keselamatan (3,46) juga berada pada kategori tinggi, dengan motivasi keselamatan menjadi nilai rata-rata tertinggi dan pengetahuan keselamatan menjadi nilai rata-rata terendah di antara seluruh variabel. Perilaku keselamatan berada pada kategori tinggi (3,44) dengan dimensi safety compliance (3,48) lebih tinggi dibandingkan safety participation (3,38). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa baik pengetahuan keselamatan (z = 9,134; p < 0,001) maupun motivasi keselamatan (z = 11,276; p < 0,001) sama-sama terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara iklim keselamatan dan perilaku keselamatan. Berdasarkan demografi, terdapat variasi yang menarik: responden perempuan menilai keempat variabel keselamatan lebih positif dibandingkan laki-laki, kelompok usia 17–25 tahun menunjukkan iklim dan perilaku keselamatan tertinggi sementara kelompok usia 46–55 tahun memperoleh pengetahuan keselamatan terendah dan masuk kategori cukup baik, kelompok manajemen menilai seluruh variabel paling positif, dan kelompok berpendidikan SD/Sederajat berada pada kategori cukup baik untuk seluruh variabel. Temuan kunci penelitian ini menunjukkan bahwa baik pengetahuan keselamatan maupun motivasi keselamatan sama-sama berperan sebagai jalur mediasi yang signifikan dalam membentuk perilaku keselamatan pekerja. Temuan ini menyarankan agar PT X terus memperkuat program-program yang membangun pengetahuan keselamatan maupun motivasi keselamatan pekerja secara seimbang, sebagai bagian integral dari strategi peningkatan perilaku keselamatan di proyek konstruksi.

Construction is one of the sectors with a high risk of work-related accidents, in which organizational safety climate is believed to play an important role in shaping workers' safety behavior. This study aims to analyze the relationship between safety climate and safety behavior through safety knowledge and safety motivation among workers at Project Y of PT X in 2026, using a questionnaire adapted from Griffin and Neal (2000, 2006) as the primary data source. The study was conducted on 218 respondents using a cross-sectional design, with data analyzed using path analysis and the Sobel test to examine the mediating role of the variables. The results show that safety climate falls into the high category (mean = 3.45), with the management values dimension as the highest contributor (3.52) and safety training as the lowest (3.39). Safety knowledge (3.43) and safety motivation (3.46) also fall into the high category, with safety motivation recording the highest mean score and safety knowledge the lowest mean score among all variables. Safety behavior falls into the high category (3.44), with safety compliance (3.48) higher than safety participation (3.38). Hypothesis testing results indicate that both safety knowledge (z = 9.134; p < 0.001) and safety motivation (z = 11.276; p < 0.001) significantly mediate the relationship between safety climate and safety behavior. Based on demographics, interesting variations were found: female respondents rated all four safety variables more positively than males; the 17–25 age group showed the highest safety climate and safety behavior scores while the 46–55 age group recorded the lowest safety knowledge score (falling into the moderately good category); the management group rated all variables most positively; and the SD/equivalent education group fell into the moderately good category across all variables. The key findings of this study indicate that both safety knowledge and safety motivation serve as significant mediating pathways in shaping workers' safety behavior. These findings suggest that PT X should continue to strengthen programs that build both safety knowledge and safety motivation in a balanced manner, as integral components of the strategy to enhance safety behavior in construction projects.