Abstrak
Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan suplemen gizi dengan kandungan zat besi setara 60 mg besi elemental dan 400 μg asam folat yang diberikan kepada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS) yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sehingga dapat menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri (Simatupang dan Widiyarti, 2024). Namun, penerimaan atau tingkat kepatuhan konsumsi TTD masih menjadi isu yang kritis untuk diperhatikan. Penelitian yang dilakukan pada mahasiswi kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember dengan mayoritas mahasiswi berusia 23 tahun menunjukkan bahwa sebanyak 64,8% mahasiswi dari jurusan kesehatan dan 91,5% mahasiswi dari jurusan non kesehatan tidak teratur dalam mengonsumsi TTD (Dzati et al., 2024). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku dan hubungan status tinggal, sikap, pendidikan ibu, efek samping TTD, aksesibilitas TTD, media, dukungan keluarga, dukungan teman, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku konsumsi TTD pada mahasiswi kesehatan dan non kesehatan sarjana reguler di Universitas Indonesia tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode pengambilan sampel purposive sampling yang melibatkan 182 responden mahasiswi kesehatan dan non kesehatan sarjana reguler Universitas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku konsumsi TTD pada mahasiswi kesehatan dan non kesehatan Sarjana Reguler Universitas Indonesia Tahun 2026, yaitu 86,8% pada mahasiswi kesehatan dan 82,4% pada mahasiswi non kesehatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku konsumsi TTD pada mahasiswi kesehatan dan terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping TTD, aksesibilitas TTD, dan dukungan keluarga dengan perilaku konsumsi TTD pada mahasiswi non kesehatan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status tinggal, sikap, pendidikan ibu, media, dan dukungan teman dengan perilaku konsumsi TTD pada mahasiswi kesehatan dan non kesehatan. Dibutuhkan peningkatan kesadaran mahasiswi mengenai pentingnya konsumsi TTD sebagai upaya preventif anemia dan keterlibatan berbagai pihak dalam menyebarluaskan informasi mengenai TTD serta pendampingan terkait program konsumsi TTD pada mahasiswi di lingkungan kampus.
Iron-Folic Acid Tablets (IFAT) are nutritional supplements containing 60 mg of elemental iron and 400 μg of folic acid, distributed to adolescent girls and Women of Reproductive Age (WRA) with the aim of improving adherence to IFAT intake among adolescent girls, thus reducing the prevalence of anemia in this population (Simatupang dan Widiyarti, 2024). However, the acceptance or compliance rate for IFAT consumption remains a crucial issue that requires attention. A research of health and non-health majors at the University of Jember, with the majority of participants aged 23, showed that 64,8% of students in health-related majors and 91,5% of students in non-health-related majors did not consume IFAT consistently (Dzati et al., 2024). The purpose of this study is to analyze IFAT consumption behavior as well as the relationship between residential status, attitudes, mother's education, IFAT side effects, IFAT accessibility, media, family support, peer support, and healthcare provider support and IFAT consumption behavior among female undergraduate students in health and non-health majors at the University of Indonesia in 2026. This study used a cross-sectional design with purposive sampling, involving 182 respondents from female undergraduate students in health and non-health majors at the University of Indonesia. According to the study's findings, there is a difference in IFAT consumption behavior among female undergraduate students at the University of Indonesia in 2026, with 86,8% of health majors and 82,4% of non-health majors. There is a significant association between healthcare provider support and IFAT consumption behavior among female health students as well as between IFAT side effects, IFAT accessibility, and family support and IFAT consumption behavior among female non-health students. There is no significant association between residential status, attitudes, mother’s education, media, and peer support and IFAT consumption behavior among female health and non-health students. There is a need to increase awareness among female students about the necessity of consuming IFAT as a preventive step against anemia, as well as to involve various stakeholders in spreading information about IFAT along with providing guidance on IFAT consumption programs for female students on campus.