Abstrak
Penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja semakin meningkat secara global, termasuk di Indonesia, di mana prevalensinya pada kelompok usia 10–19 tahun telah melampaui angka nasional secara keseluruhan. Lingkungan sekolah menjadi arena strategis dalam upaya pencegahan, mengingat guru memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan nilai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik guru terhadap pencegahan perilaku merokok elektronik pada remaja di SMP X dan SMP Y Bekasi tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Informan terdiri dari 10 guru sebagai informan utama, 2 kepala sekolah dan 1 perwakilan Dinas Kesehatan sebagai informan kunci, serta 28 siswa yang terbagi dalam 4 kelompok FGD sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang rokok elektronik masih berada pada tingkatan mendasar. Seluruh informan mengenal rokok elektronik namun mayoritas tidak memahami kandungan dan dampak spesifiknya secara memadai. Sikap seluruh informan bersifat negatif terhadap penggunaan rokok elektronik pada remaja secara konsisten, namun terdapat variasi pada pernyataan mengenai tanggung jawab di luar lingkungan sekolah. Praktik pencegahan yang dilakukan masih bersifat insidental dan belum terprogram secara sistematis, tidak ada edukasi yang secara spesifik membahas rokok elektronik kepada siswa di kedua sekolah. Temuan kritis yang ditemukan adalah adanya perilaku merokok guru dan karyawan di lingkungan sekolah yang melemahkan kredibilitas upaya pencegahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan antara sikap positif guru dan praktik pencegahan nyata yang dilakukan, yang dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan dan absennya program serta kebijakan yang mendukung
The use of electronic cigarettes among adolescents has been increasing globally, including in Indonesia, where its prevalence among the 10–19 age group has exceeded the national average. The school environment serves as a strategic arena for prevention efforts, given that teachers play a central role in shaping students' behaviors and values. This study aims to describe teachers' knowledge, attitudes, and practices toward the prevention of electronic cigarette use among adolescents at Junior High School X and Y in Bekasi in 2026. This study employed a qualitative approach using in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), and observation. Informants consisted of 10 teachers as primary informants, 2 school principals and 1 representative from the City Health Office as key informants, and 28 students divided into 4 FGD groups as supporting informants. The results showed that teachers' knowledge of electronic cigarettes remained at a basic level, with all informants being familiar with electronic cigarettes but the majority not adequately understanding their specific contents and health impacts. All informants consistently held negative attitudes toward electronic cigarette use among adolescents, although variations were found regarding responsibility outside the school environment. Prevention practices were incidental and not systematically programmed, and no education specifically addressing electronic cigarettes was provided to students at either school. A finding that warrants particular attention is the smoking behavior of teachers and staff within the school environment, which undermines the credibility of existing prevention efforts. This study concludes that there is a significant gap between teachers' positive attitudes and their actual prevention practices, influenced by limited knowledge and the absence of supporting programs and policies.