Abstrak
<div style="text-align: justify;">Penggunaan perangkat digital dalam pekerjaan perkantoran dapat meningkatkan tuntutan visual dan berkontribusi pada keluhan eye strain. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor lingkungan visual serta faktor organisasi dan keluhan eye strain pada pekerja kantoran di PT X tahun 2026. Desain cross-sectional digunakan dengan pendekatan kuantitatif analitik. Penelitian melibatkan 129 pekerja kantoran PT X yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data diperoleh melalui pengukuran tingkat pencahayaan dan reflektansi permukaan meja kerja serta kuesioner mengenai faktor organisasi, faktor individu, dan keluhan eye strain. Analisis deskriptif menggunakan uji statistik univariat, dan analisis inferensial dengan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 73 responden (56,6%) mengalami keluhan eye strain tinggi. Analisis bivariat menunjukkan durasi paparan layar (p=0,032; OR=3,05; 95% CI 1,06&ndash;8,71) dan frekuensi istirahat mata (p=0,017; OR=3,38; 95% CI 1,19&ndash;9,56) berhubungan bermakna dengan keluhan eye strain. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan istirahat mata secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko ergonomi visual pada pekerja perkantoran.</div><hr /><div style="text-align: justify;">The use of digital devices in office work increases visual demands and contributes to eye strain complaints. This study aimed to analyze the association between visual environmental factors and organizational factors with eye strain complaints among office workers at PT X in 2026. A cross-sectional design with a quantitative analytic approach was used, involving 129 office workers selected through proportional stratified random sampling. Data were obtained through measurement of lighting levels and work-surface reflectance, along with questionnaires assessing organizational factors, individual factors, and eye strain complaints. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-Square test). The results showed that 73 respondents (56.6%) experienced high eye strain complaints. Bivariate analysis revealed that screen exposure duration (p=0.032; OR=3.05; 95% CI 1.06&ndash;8.71) and eye rest frequency (p=0.017; OR=3.38; 95% CI 1.19&ndash;9.56) were significantly associated with eye strain complaints. These findings highlight the importance of regular eye rest implementation as part of visual ergonomic risk control among office workers.</div>