ABSTRAK Pengukuran kinerja puskesmas selama ini di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah dengan melihat pencapaian program. Pengukuran ini kurang komprehensif, maka perlu dilakukan pengukuran yang lebih komprehensif, salah satunya yaitu dengan metoda balanced scorecard, dimana kinerja dilihat dari empat perpektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kinerja puskesmas rawat inap dengan pendekatan balanced scorecard. Data diambil di Puskesmas Pangkalan dan Puskesmas Dangungdangung pada bulan April – Mei 2008. Data yang digunakan adalah data primer untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan tingkat kepuasan karyawan. Sedangkan data skunder untuk perspektif keuangan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja Puskesmas Pangkalan pada perspektif keuangan belum baik, tingkat kepuasan pelanggan dilihat dari lima dimensi mutu adalah sebagai berikut: dimensi tangible sebesar 48,7% puas, reliability 35,9% puas, responsivess 51,3% puas, assurance 43,6% puas, empathy 35,9% puas. Pencapaian cakupan pelayanan puskesmas tahun 2005 sampai 2007 adalah sebagai berikut: cakupan K4 sebesar 78,5%, 87% dan 87%, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 72,6%, 92,5% dan 94%, cakupan imunisasi lengkap bayi 86,4%, 92%, 92%, cakupan berat badan balita naik 84,1%, 81%, 87%, penemuan penderita TB Paru 40%, 41,3% dan 42%, cakupan kampanye PHBS 40%, 60% dan 80% serta cakupan penyuluhan kesehatan lingkungan 40%, 75% dan 80%. Tingkat kepuasan karyawan sebesar 48,3% puas pada kebutuhan fisik/biologis, 65,5% puas pada kebutuhan rasa aman, 48,3% puas pada kebutuhan bersosialisasi, 72,4% puas pada kebutuhan penghargaan dan 65,5% puas pada kebutuhan aktualisasi diri. Tingkat absensi dari tahun 2005 sampai 2007 adalah 0,97%, 0,80% dan 0,70%. Akses pendidikan dan pelatihan dari tahun 2005 sampai 2007 adalah 2 , 3 dan 3 orang. Sedangkan kinerja Puskesmas Dangung-dangung, perspektif keuangan belum baik, tingkat kepuasan pelanggan pada dimensi tangible sebesar 49,1% puas, reliability 50,9 % puas, responsivess 49,1% puas, assurance 35,1% puas, empathy 40,4% puas. Pencapaian cakupan pelayanan puskesmas tahun 2005 sampai 2007 adalah sebagai berikut: cakupan K4 sebesar 91,7%, 89,7% dan 78,2%, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 100%, 100% dan 81%, cakupan imunisasi lengkap bayi 65,5%, 93%, dan 95,5%, cakupan berat badan balita naik 68,7%, 79,5%, 85,5%, penemuan penderita TB Paru 40%, 40,5% dan 36,8%, cakupan kampanye PHBS 79,5%, 67,4% dan 82% serta cakupan penyuluhan kesehatan lingkungan 68,8%, 81,3% dan 100%. Tingkat kepuasan karyawan sebesar 38,7% puas pada kebutuhan fisik/biologis, 61,3% puas pada kebutuhan rasa aman, 54,8% puas pada kebutuhan bersosialisasi, 22,6% puas pada kebutuhan penghargaan dan 45,2% puas pada kebutuhan aktualisasi diri. Tingkat absensi dari tahun 2005 sampai 2007 adalah 0,91%, 0,89% dan 0,70%. Akses pendidikan dan pelatihan dari tahun 2005 sampai 2007 adalah 1 , 2 dan 2 orang Daftar bacaan : 37 (1992 - 2007).
ABSTRACT The measure of puskesmas performance at Kabupaten Lima Puluh Kota is to see how much the programmed has been achieved. But this measuring is not comprehensive, so there is a need to perform a properly comprehensive measurement, which is balanced scorecard method, the performance was observed on four perspectives, which is finance perspective, customer perspective, internal business process perspective, and growth and training perspective. This study is designed to use descriptive analytic researched which aim to a picture of puskesmas in-impatience performance through balanced scorecard method. Data been collected from Puskesmas Pangkalan and Puskesmas Dangung-dangung since April – May 2008. The utilized data is primary data to know the customer satisfaction level and employee satisfaction. Meanwhile secondary data was applied to finance perspective, internal business process perspective, and growth and training perspective. The research shows that Puskesmas Pangkalan performance are finance perspective is not good, customer satisfaction can obtained from five quality dimension, there are : tangible dimension as 48,7% satisfied, reliability 35,9% satisfied, responsiveness 51,3% satisfied, assurance 43,6% satisfied, empathy 35,9% satisfied, The achievement of Puskesmas service coverage on 2005 until 2007 as follows K4 coverage as 78,5%, 87% and 87%, delivery coverage by health personnel 72,6%, 92,5% and 94%, baby complete immunization coverage 86,4%, 92%, 92%, increased infant weight coverage was 84,1%, 81%, 87%, founding TB Paru patient 40%, 41,3% and 42%, PHBS campaign coverage 40%, 60% and 80% and coverage of counseling for environment health 40%, 75% and 80%. Employee satisfaction level at 48,3% satisfied on availability of physically/biologically need, 65,5% satisfied on safety on work need, 48,3% satisfied on socialization need, 72,4% satisfied on achievement reward need, and 65,5% satisfied on self actualization need. Absence range on 2005 until 2007 was 0,97%, 0,80% and 0,70%. Access to found properly training and sufficient education from 2005 until 2007 was 2, 3 and 3 personnel. Meanwhile the performance of Puskesmas Dangung-dangung are finance perspective is not good, customer satisfaction level at tangible dimension as 49,1% satisfied, responsiveness 49,1% satisfied, assurance 35,1% satisfied , empathy 40,4% satisfied. The achievement of Puskesmas service coverage on 2005 until 2007 as follows K4 coverage as 91,7%, 89,7% and 78,2%, delivery coverage by health personnel 100% and 100%, and 81%, baby complete immunization coverage 65,5%, 93%, and 95,5%, increased infant weight coverage was 68,7%, 79,5%, 85,5%, founding TB Paru patient 40%, 40,5% and 36,8%, PHBS campaign coverage 79,5%, 67,4% and 82% and coverage of counseling for environment health 68,8%, 81.3% and 100%. Employee satisfaction level at 38,7% satisfied on availability of physically/biologically need, 61,3% satisfied on safety on work need, 54,8% satisfied on socialization need, 22,6% satisfied on achievement reward need, and 45,2% satisfied on self actualization need. Absence range on 2005 until 2007 was 0, 91%, 0, 89% and 0, 70%. Access to found properly training and sufficient education from 2005 until 2007 was 1, 2 and 2 personnel. Bibliography: 39 (1992 – 2007)