Berdasarkan laporan Poli Anak Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading terdapat perbedaan mencolok antara jumlah balita yang disarankan kunjungan ulang ke Poli Anak MTBS sebanyak 3.197 jiwa dibanding kunjungan ulang balita sebanyak 660 jiwa. Padahal penerapan MTBS akan efektif jika ibu/keluarga segera membawa balita sakit ke petugas kesehatan yang terlatih serta mendapatkan pengobatan yang tepat. Pesan mengenai kapan ibu perlu mencari pertolongan bila anak sakit merupakan bagian yang penting dalam MTBS. Pada tiap akhir kunjungan, petugas akan menjelaskan kapan harus kunjungan ulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Propinsi DKI Jakarta. Disain penelitian ini adalah potong lintang dengan besar sampel 70 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS adalah perceived need, waktu dan antri menunggu pemeriksaan, dan pengetahuan ibu.Perceived need merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Propinsi DKI Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan perlu memperkuat konseling kepada ibu balita melalui kartu nasihat ibu/buku KIA/leaflet/brosur, manajemen waktu dan alur pelayanan MTBS, penambahan sarana (Poli MTBS) dan tenaga terlatih MTBS sehingga pasien tidak menunggu lama sebelum diperiksa, dan perlu penelitian lebih lanjut bersifat kualitatif untuk mengetahui akar masalah mengapa ibu balita tidak melakukan kunjungan ulang. Kata kunci : Pelayanan MTBS, Rencana kunjungan ulang, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading
Based on the Report on Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) from Child Clinic Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading there is difference between the number of children under five years old, who where recommended to revisit IMCI Child Clinic (3.197 children) compared to those who revisit the clinic (660 children). Whereas the implementation of IMCI will be effective if the mother / family bring the children to the trained health officials and get proper treatment. Messages about when mothers need to seek help for the sick children is tehe most important part in IMCI. At the end of each visit, the officer will explain when they should return for visit. The study was conducted to determine the factors associated with revisit plan for IMCI services in Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading DKI Jakarta Province. This study used a cross-sectional design with total responden of 70 mothers. The results showed that factors associated with revisit plan IMCI service are perceived need, waiting time and examination time, and knowledge of mothers. Perceived need is the most dominant factor associated with revisit plan for IMCI services in Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading DKI Jakarta Province. This research suggested health officials need to strengthen counseling program improve the mothers through mother's of advice cards / KIA books / leaflets / brochures, time management and workflow IMCI service, to add room facilities and trained health officials to cut patients waiting time, and further qualitative research needs to be conducted to find out the root cause of not revisiting the IMCI Child Clinic. Keywords : IMCI services, revisit plan, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading