S1 - Skripsi

Hubungan Karakteristik Individu Penyandang Disabilitas dengan Utilisasi Rawat Jalan Puskesmas pada 3 Provinsi di Pulau Jawa (Analisis Lanjut Riskesdas 2013)

Febrina Margaretha Damanik; Pembimbing: Meiwita Budihasana; Penguji: Besral, Julianty Pradono (FKM UI, 2015)
Biostatistika dan Kependudukan
1106054214
Biostatistika dan Kependudukan
Damanik, Febrina Margaretha
Depok
Penetapan Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengindikasikan harapan untuk meningkatkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis korelasi antara faktor predisposisi, enabling dan needs dengan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Definisi disabilitas mencakup domain mobilitas, kognitif, perawatan diri dan aktifitas harian bagi individu berumur ≥15 tahun. Penelitian dilakukan di strata kota, strata kabupaten kaya dan strata kabupaten miskin di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas masih rendah, sebesar 33,1% di kota, 28,8% di kabupaten kaya dan 29,6% di kabupaten miskin. Determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kota meliputi umur, jenis kelamin, indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan dan penilaian status kesehatan. Sementara di kabupaten kaya meliputi kepemilikan jaminan kesehatan, wilayah tempat tinggal dan penilaian status kesehatan. Sedangkan indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan penilaian status kesehatan merupakan determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kabupaten miskin. Penyandang disabilitas dengan indeks kepemilikan terbawah cenderung memanfaatkan rawat jalan Puskesmas paling banyak. Menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan penyandang disabilitas khususnya yang tidak mampu, dijamin oleh JKN.
Kata kunci : Faktor enabling; faktor needs; faktor predisposisi; penyandang disabilitas; utilisasi rawat jalan
FKM UI
20150928
Besral; Pradono, Julianty
faktor enabling; faktor needs; faktor predisposisi; penyandang disabilitas; utilisasi rawat jalan; disability; predisposing factors; enabling factors; needs factors; outpatient utilization
membership
Pusinfokesmas FKM UI
13974/15
Febrina Margaretha Damanik; Pembimbing: Meiwita Budihasana; Penguji: Besral, Julianty Pradono
Hubungan Karakteristik Individu Penyandang Disabilitas dengan Utilisasi Rawat Jalan Puskesmas pada 3 Provinsi di Pulau Jawa (Analisis Lanjut Riskesdas 2013)
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biostatistik
S1
2015
Lantai 5 / Annex
xiv, 76 hlm. il; 30 cm.
S-8620
S-8620
Budiharsana, Meiwita
ind

Abstrak

Penetapan Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengindikasikan harapan untuk meningkatkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis korelasi antara faktor predisposisi, enabling dan needs dengan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Definisi disabilitas mencakup domain mobilitas, kognitif, perawatan diri dan aktifitas harian bagi individu berumur ≥15 tahun. Penelitian dilakukan di strata kota, strata kabupaten kaya dan strata kabupaten miskin di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas masih rendah, sebesar 33,1% di kota, 28,8% di kabupaten kaya dan 29,6% di kabupaten miskin. Determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kota meliputi umur, jenis kelamin, indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan dan penilaian status kesehatan. Sementara di kabupaten kaya meliputi kepemilikan jaminan kesehatan, wilayah tempat tinggal dan penilaian status kesehatan. Sedangkan indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan penilaian status kesehatan merupakan determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kabupaten miskin. Penyandang disabilitas dengan indeks kepemilikan terbawah cenderung memanfaatkan rawat jalan Puskesmas paling banyak. Menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan penyandang disabilitas khususnya yang tidak mampu, dijamin oleh JKN.
Kata kunci : Faktor enabling; faktor needs; faktor predisposisi; penyandang disabilitas; utilisasi rawat jalan

Metadata

Jenis Koleksi : S1 - Skripsi
No. Panggil : S-8620
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biostatistik
Program Studi/Peminatan : Biostatistika dan Kependudukan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM UI, 2015
338 tipe carrier
650 SubyekBiostatistika dan Kependudukan
504 Catatan Bibliografi
NPM1106054214
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanBiostatistika dan Kependudukan
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaDamanik, Febrina Margaretha
260a Kota TerbitDepok
abstrakPenetapan Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengindikasikan harapan untuk meningkatkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis korelasi antara faktor predisposisi, enabling dan needs dengan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Definisi disabilitas mencakup domain mobilitas, kognitif, perawatan diri dan aktifitas harian bagi individu berumur ≥15 tahun. Penelitian dilakukan di strata kota, strata kabupaten kaya dan strata kabupaten miskin di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas masih rendah, sebesar 33,1% di kota, 28,8% di kabupaten kaya dan 29,6% di kabupaten miskin. Determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kota meliputi umur, jenis kelamin, indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan dan penilaian status kesehatan. Sementara di kabupaten kaya meliputi kepemilikan jaminan kesehatan, wilayah tempat tinggal dan penilaian status kesehatan. Sedangkan indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan penilaian status kesehatan merupakan determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kabupaten miskin. Penyandang disabilitas dengan indeks kepemilikan terbawah cenderung memanfaatkan rawat jalan Puskesmas paling banyak. Menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan penyandang disabilitas khususnya yang tidak mampu, dijamin oleh JKN.
Kata kunci : Faktor enabling; faktor needs; faktor predisposisi; penyandang disabilitas; utilisasi rawat jalan
260b PenerbitFKM UI
Tanggal20150928
700z Co-Promotor/PengujiBesral; Pradono, Julianty
Kata Kuncifaktor enabling; faktor needs; faktor predisposisi; penyandang disabilitas; utilisasi rawat jalan; disability; predisposing factors; enabling factors; needs factors; outpatient utilization
000 Hak Aksesmembership
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk13974/15
245c PertanggungjawabanFebrina Margaretha Damanik; Pembimbing: Meiwita Budihasana; Penguji: Besral, Julianty Pradono
245 JudulHubungan Karakteristik Individu Penyandang Disabilitas dengan Utilisasi Rawat Jalan Puskesmas pada 3 Provinsi di Pulau Jawa (Analisis Lanjut Riskesdas 2013)
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biostatistik
Jenis KaryaS1
260c Tahun Terbit2015
250 Edisi
LokasiLantai 5 / Annex
300 Deskripsi Fisikxiv, 76 hlm. il; 30 cm.
082 No. PanggilS-8620
003 BarcodeS-8620
700y Promotor/PembimbingBudiharsana, Meiwita
Entri Tamb. Penguji
041 Kode Bahasaind

File Digital: 1 

Shelf
 digital_2016-3_20412107-S60815-Febrina M Damanik.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
S-8620 S-8620 TERSEDIA Lantai 5 / Annex
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 118207

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive