S2 - Tesis

Hubungan anatara jumlah kehilangan gigi, status oklusi, pemakaian gigi tiruan, dan asupan makanan terhadap status gizi pralansia dan lansia di wilayah kerja puskesmas Tugu Kota Depok Tahun 2016

Hutami Fitri Widhiyanti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Fatimah, Hera Nurlita, Eti Rohati (FKM-UI, 2016)
Gizi
1406594695
Gizi
Widhiyanti, Hutami Fitri
Depok
Proporsi lansia bertambah lebih cepat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, di Indonesia terlihat kenaikan persentase lansia pada tahun 2000 (7,18%) menjadi 7,58% pada tahun 2011. Kehilangan gigi merupakan salah satu faktor penyebab gangguan asupan gizi pada lansia. Terdapat 44,7% pralansia dan lansia yang menderita gizi lebih serta 51,7% yang mengalami gizi kurang di Puskesmas Tugu, melebihi angka nasional penduduk dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah kehilangan gigi, status oklusi, pemakaian gigi tiruan, dan asupan makanan dengan status gizi pada pralansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Tugu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 151 orang pralansia (45-59 tahun) dan lansia (> 60 tahun) dan dipilih dengan simple random sampling. Tempat dan waktu penelitian di posbindu di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu bulan Mei 2016. Data diperoleh dengan pemeriksaan gigi dan mulut, pengukuran antropometri, dan wawancara kuesioner semi FFQ. Dari hasil analisis chi square diperoleh hasil bahwa ada hubungan signifikan antara jumlah kehilangan gigi (p = 0,001) dan status oklusi (p = 0,003) terhadap status gizi, sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan asupan makanan terhadap status gizi pralansia dan lansia di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu. Terdapat hubungan signifikan antara jumlah kehilangan gigi dan status oklusi terhadap status gizi pralansia dan lansia di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu. Kata kunci : gigi hilang, status oklusi, gigi tiruan, lansia, status gizi.
FKM-UI
20160822
Fikawati, Sandra ; Fatmah ; Nurlita, Hera ; Rohati, Eti
Gigi hilang; status oklusi; gigi tiruan; lansia; status gizi ; Missing teeth; occlusion status; denture; elderly; nutritional status
Pusinfokesmas FKM UI
077/16
Hutami Fitri Widhiyanti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Fatimah, Hera Nurlita, Eti Rohati
Hubungan anatara jumlah kehilangan gigi, status oklusi, pemakaian gigi tiruan, dan asupan makanan terhadap status gizi pralansia dan lansia di wilayah kerja puskesmas Tugu Kota Depok Tahun 2016
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Gizi
S2
2016
Lantai 5 / Annex
xvii, 102 hlm. Il; 30 cm.
T-4609
T-4609
Setiarini, Asih
ind

Abstrak

Proporsi lansia bertambah lebih cepat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, di Indonesia terlihat kenaikan persentase lansia pada tahun 2000 (7,18%) menjadi 7,58% pada tahun 2011. Kehilangan gigi merupakan salah satu faktor penyebab gangguan asupan gizi pada lansia. Terdapat 44,7% pralansia dan lansia yang menderita gizi lebih serta 51,7% yang mengalami gizi kurang di Puskesmas Tugu, melebihi angka nasional penduduk dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah kehilangan gigi, status oklusi, pemakaian gigi tiruan, dan asupan makanan dengan status gizi pada pralansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Tugu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 151 orang pralansia (45-59 tahun) dan lansia (> 60 tahun) dan dipilih dengan simple random sampling. Tempat dan waktu penelitian di posbindu di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu bulan Mei 2016. Data diperoleh dengan pemeriksaan gigi dan mulut, pengukuran antropometri, dan wawancara kuesioner semi FFQ. Dari hasil analisis chi square diperoleh hasil bahwa ada hubungan signifikan antara jumlah kehilangan gigi (p = 0,001) dan status oklusi (p = 0,003) terhadap status gizi, sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan asupan makanan terhadap status gizi pralansia dan lansia di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu. Terdapat hubungan signifikan antara jumlah kehilangan gigi dan status oklusi terhadap status gizi pralansia dan lansia di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu. Kata kunci : gigi hilang, status oklusi, gigi tiruan, lansia, status gizi.

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-4609
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Gizi
Program Studi/Peminatan : Gizi
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2016
338 tipe carrier
650 SubyekGizi
504 Catatan Bibliografi
NPM1406594695
440 Catatan Seri
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanGizi
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaWidhiyanti, Hutami Fitri
260a Kota TerbitDepok
abstrakProporsi lansia bertambah lebih cepat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, di Indonesia terlihat kenaikan persentase lansia pada tahun 2000 (7,18%) menjadi 7,58% pada tahun 2011. Kehilangan gigi merupakan salah satu faktor penyebab gangguan asupan gizi pada lansia. Terdapat 44,7% pralansia dan lansia yang menderita gizi lebih serta 51,7% yang mengalami gizi kurang di Puskesmas Tugu, melebihi angka nasional penduduk dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah kehilangan gigi, status oklusi, pemakaian gigi tiruan, dan asupan makanan dengan status gizi pada pralansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Tugu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 151 orang pralansia (45-59 tahun) dan lansia (> 60 tahun) dan dipilih dengan simple random sampling. Tempat dan waktu penelitian di posbindu di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu bulan Mei 2016. Data diperoleh dengan pemeriksaan gigi dan mulut, pengukuran antropometri, dan wawancara kuesioner semi FFQ. Dari hasil analisis chi square diperoleh hasil bahwa ada hubungan signifikan antara jumlah kehilangan gigi (p = 0,001) dan status oklusi (p = 0,003) terhadap status gizi, sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan asupan makanan terhadap status gizi pralansia dan lansia di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu. Terdapat hubungan signifikan antara jumlah kehilangan gigi dan status oklusi terhadap status gizi pralansia dan lansia di bawah wilayah kerja Puskesmas Tugu. Kata kunci : gigi hilang, status oklusi, gigi tiruan, lansia, status gizi.
260b PenerbitFKM-UI
Tanggal20160822
700z Co-Promotor/PengujiFikawati, Sandra ; Fatmah ; Nurlita, Hera ; Rohati, Eti
Kata KunciGigi hilang; status oklusi; gigi tiruan; lansia; status gizi ; Missing teeth; occlusion status; denture; elderly; nutritional status
000 Hak Akses
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk077/16
245c PertanggungjawabanHutami Fitri Widhiyanti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Fatimah, Hera Nurlita, Eti Rohati
245 JudulHubungan anatara jumlah kehilangan gigi, status oklusi, pemakaian gigi tiruan, dan asupan makanan terhadap status gizi pralansia dan lansia di wilayah kerja puskesmas Tugu Kota Depok Tahun 2016
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Gizi
Jenis KaryaS2
260c Tahun Terbit2016
250 Edisi
LokasiLantai 5 / Annex
300 Deskripsi Fisikxvii, 102 hlm. Il; 30 cm.
082 No. PanggilT-4609
003 BarcodeT-4609
700y Promotor/PembimbingSetiarini, Asih
041 Kode Bahasaind

File Digital: 2 

Shelf
 digital_2017-10_125036-Hutami Fitri Widhiyanti-Tesis-Fulltext-FKM-2016.pdf ::
 Hutami Fitri Widhiyanti-Naskah ringkas-FKM-2016.docx ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-4609 T-4609 TERSEDIA Lantai 5 / Annex
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 125036

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive