S2 - Tesis

Pengaruh lama pemberian antiretroviral (ARV) pasca obat anti tuberkulosis (OAT) Dimulai terhadap kegagalan perbaikan CD4 pasien ko-infeksi TB-HIV Di RSPI Prof. Dr. Sulianto Saroso Januari 2014-November 2014

Musdalifah; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko Wahyono, Adria Rusli (FKM-UI, 2016)
Epidemiologi
1406519912
Epidemiologi
Musdalifah
Depok
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama pemberian antiretroviral (ARV)setelah Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dimulai terhadap kegagalan perbaikan CD4pasien ko-infeksi TB-HIV. Penelitian dilakukan pada mei-juni 2016 di Rumah SakitPenyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. Design penelitian yangdigunakan adalah kohort restrospektif dengan follow-up selama satu setengahtahun. Populasi studi adalah pasien Ko-infeksi TB-HIV yang naive ART dantercatat pada rekam medis periode Januari 2010 - November 2014. Kriteria inklusisampel adalah pasien usia ≥15 tahun, mendapat OAT minimal 2 minggu sebelumART dimulai, dan memiliki data hasil pemeriksaan CD4 sebanyak dua kali dengantotal sampel adalah 164 orang. Probabilias kumulatif kegagalan perbaikan CD4pasien ko-infeksi TB-HIV sebesar 14,43%. Hazard rate kegagalan perbaikan CD4pada pasien yang memulai terapi ARV 2-8 minggu setelah OAT dibandingkandengan yang menunda terapi ARV 8 minggu setelah OAT masing-masing 767 per10.000 orang tahun dan 447 per 10.000 orang tahun (p=0,266). Analisis multivariatdengan menggunakan uji cox regresi time independen menunujukkan ratekegagalan perbaikan CD4 pada pasien yang memulai ART >8 minggu setelah OATlebih rendah dibandingkan pasien yang memulai ART pada 2-8 minggu setelahOAT (Adjusted HR=0,502 ; 0,196-1,287 ; p value=0,151) setelah dikontrol olehjenis regimen ARV dan klasifikasi pengobatan TB.Kata kunci: Ko-infeksi TB-HIV, Terapi Antiretroviral, Kegagalan perbaikan CD4
This study was aim to assess the effect of time to Antiretroviral Treatment (ART) onCD4 response failure in TB-HIV coinfection patients. This study was conductedfrom May to June 2016 at Infectious Disease Hospital Sulianti Saroso. This studyused cohort restrospective design with one and half year time to follow up. Studypopulation were TB-HIV coinfected patients, noted as a naive ART patient inmedical records from january 2010-november 2014. A total 164 patients ≥ 15 yearsold, had Anti Tuberculosis Treatment (ATT) 2 weeks before ART and had minimum2 CD4 sell count laboratorium test results. The cumulative probability of CD4response failure among TB-HIV co-infected patients was 14,43%. Hazard rate ofCD4 response failure was 767 per 10.000 person year in early ART (2-8 weeks afterATT) versus 474 per 10.000 person year in delayed ART (8 weeks after ATT) arm(p=0,266). In multivariate analysis using time independent cox regression test, rateof CD4 responses failure was lower in patients with delayed ART until 8 weeks afterATT than early ART 2-8 weeks after ATT. (Adjusted HR=0,502 ; 0,196-1,287 ; Pvalue=0,151) controlled by types of ARV regiments and classification of TB cure.Keywords: TB-HIV Co-infection, Antiretroviral treatment, CD4 response failure
FKM-UI
20160822
Sudaryo, Mondastri Korib ; Wahyono, Tri Yunis Miko ; Rusli, Adria
Ko-infeksi TB-HIV; terapi antiretviral; kegagalan perbaikan CD4 ; TB-HIV Co-infection; antiretroviral treatment; CD4 response failure
Pusinfokesmas FKM UI
166/16
Musdalifah; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko Wahyono, Adria Rusli
Pengaruh lama pemberian antiretroviral (ARV) pasca obat anti tuberkulosis (OAT) Dimulai terhadap kegagalan perbaikan CD4 pasien ko-infeksi TB-HIV Di RSPI Prof. Dr. Sulianto Saroso Januari 2014-November 2014
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
S2
2016
Lantai 5 / Annex
vi, 115 hlm. Il; 30 cm.
T-4699
T-4699
Djuwita, Ratna
ind

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama pemberian antiretroviral (ARV)setelah Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dimulai terhadap kegagalan perbaikan CD4pasien ko-infeksi TB-HIV. Penelitian dilakukan pada mei-juni 2016 di Rumah SakitPenyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. Design penelitian yangdigunakan adalah kohort restrospektif dengan follow-up selama satu setengahtahun. Populasi studi adalah pasien Ko-infeksi TB-HIV yang naive ART dantercatat pada rekam medis periode Januari 2010 - November 2014. Kriteria inklusisampel adalah pasien usia ≥15 tahun, mendapat OAT minimal 2 minggu sebelumART dimulai, dan memiliki data hasil pemeriksaan CD4 sebanyak dua kali dengantotal sampel adalah 164 orang. Probabilias kumulatif kegagalan perbaikan CD4pasien ko-infeksi TB-HIV sebesar 14,43%. Hazard rate kegagalan perbaikan CD4pada pasien yang memulai terapi ARV 2-8 minggu setelah OAT dibandingkandengan yang menunda terapi ARV 8 minggu setelah OAT masing-masing 767 per10.000 orang tahun dan 447 per 10.000 orang tahun (p=0,266). Analisis multivariatdengan menggunakan uji cox regresi time independen menunujukkan ratekegagalan perbaikan CD4 pada pasien yang memulai ART >8 minggu setelah OATlebih rendah dibandingkan pasien yang memulai ART pada 2-8 minggu setelahOAT (Adjusted HR=0,502 ; 0,196-1,287 ; p value=0,151) setelah dikontrol olehjenis regimen ARV dan klasifikasi pengobatan TB.Kata kunci: Ko-infeksi TB-HIV, Terapi Antiretroviral, Kegagalan perbaikan CD4
This study was aim to assess the effect of time to Antiretroviral Treatment (ART) onCD4 response failure in TB-HIV coinfection patients. This study was conductedfrom May to June 2016 at Infectious Disease Hospital Sulianti Saroso. This studyused cohort restrospective design with one and half year time to follow up. Studypopulation were TB-HIV coinfected patients, noted as a naive ART patient inmedical records from january 2010-november 2014. A total 164 patients ≥ 15 yearsold, had Anti Tuberculosis Treatment (ATT) 2 weeks before ART and had minimum2 CD4 sell count laboratorium test results. The cumulative probability of CD4response failure among TB-HIV co-infected patients was 14,43%. Hazard rate ofCD4 response failure was 767 per 10.000 person year in early ART (2-8 weeks afterATT) versus 474 per 10.000 person year in delayed ART (8 weeks after ATT) arm(p=0,266). In multivariate analysis using time independent cox regression test, rateof CD4 responses failure was lower in patients with delayed ART until 8 weeks afterATT than early ART 2-8 weeks after ATT. (Adjusted HR=0,502 ; 0,196-1,287 ; Pvalue=0,151) controlled by types of ARV regiments and classification of TB cure.Keywords: TB-HIV Co-infection, Antiretroviral treatment, CD4 response failure

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-4699
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Program Studi/Peminatan : Epidemiologi
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2016
338 tipe carrier
650 SubyekEpidemiologi
504 Catatan Bibliografi
NPM1406519912
440 Catatan Seri
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanEpidemiologi
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaMusdalifah
260a Kota TerbitDepok
abstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama pemberian antiretroviral (ARV)setelah Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dimulai terhadap kegagalan perbaikan CD4pasien ko-infeksi TB-HIV. Penelitian dilakukan pada mei-juni 2016 di Rumah SakitPenyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. Design penelitian yangdigunakan adalah kohort restrospektif dengan follow-up selama satu setengahtahun. Populasi studi adalah pasien Ko-infeksi TB-HIV yang naive ART dantercatat pada rekam medis periode Januari 2010 - November 2014. Kriteria inklusisampel adalah pasien usia ≥15 tahun, mendapat OAT minimal 2 minggu sebelumART dimulai, dan memiliki data hasil pemeriksaan CD4 sebanyak dua kali dengantotal sampel adalah 164 orang. Probabilias kumulatif kegagalan perbaikan CD4pasien ko-infeksi TB-HIV sebesar 14,43%. Hazard rate kegagalan perbaikan CD4pada pasien yang memulai terapi ARV 2-8 minggu setelah OAT dibandingkandengan yang menunda terapi ARV 8 minggu setelah OAT masing-masing 767 per10.000 orang tahun dan 447 per 10.000 orang tahun (p=0,266). Analisis multivariatdengan menggunakan uji cox regresi time independen menunujukkan ratekegagalan perbaikan CD4 pada pasien yang memulai ART >8 minggu setelah OATlebih rendah dibandingkan pasien yang memulai ART pada 2-8 minggu setelahOAT (Adjusted HR=0,502 ; 0,196-1,287 ; p value=0,151) setelah dikontrol olehjenis regimen ARV dan klasifikasi pengobatan TB.Kata kunci: Ko-infeksi TB-HIV, Terapi Antiretroviral, Kegagalan perbaikan CD4
This study was aim to assess the effect of time to Antiretroviral Treatment (ART) onCD4 response failure in TB-HIV coinfection patients. This study was conductedfrom May to June 2016 at Infectious Disease Hospital Sulianti Saroso. This studyused cohort restrospective design with one and half year time to follow up. Studypopulation were TB-HIV coinfected patients, noted as a naive ART patient inmedical records from january 2010-november 2014. A total 164 patients ≥ 15 yearsold, had Anti Tuberculosis Treatment (ATT) 2 weeks before ART and had minimum2 CD4 sell count laboratorium test results. The cumulative probability of CD4response failure among TB-HIV co-infected patients was 14,43%. Hazard rate ofCD4 response failure was 767 per 10.000 person year in early ART (2-8 weeks afterATT) versus 474 per 10.000 person year in delayed ART (8 weeks after ATT) arm(p=0,266). In multivariate analysis using time independent cox regression test, rateof CD4 responses failure was lower in patients with delayed ART until 8 weeks afterATT than early ART 2-8 weeks after ATT. (Adjusted HR=0,502 ; 0,196-1,287 ; Pvalue=0,151) controlled by types of ARV regiments and classification of TB cure.Keywords: TB-HIV Co-infection, Antiretroviral treatment, CD4 response failure
260b PenerbitFKM-UI
Tanggal20160822
700z Co-Promotor/PengujiSudaryo, Mondastri Korib ; Wahyono, Tri Yunis Miko ; Rusli, Adria
Kata KunciKo-infeksi TB-HIV; terapi antiretviral; kegagalan perbaikan CD4 ; TB-HIV Co-infection; antiretroviral treatment; CD4 response failure
000 Hak Akses
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk166/16
245c PertanggungjawabanMusdalifah; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko Wahyono, Adria Rusli
245 JudulPengaruh lama pemberian antiretroviral (ARV) pasca obat anti tuberkulosis (OAT) Dimulai terhadap kegagalan perbaikan CD4 pasien ko-infeksi TB-HIV Di RSPI Prof. Dr. Sulianto Saroso Januari 2014-November 2014
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Jenis KaryaS2
260c Tahun Terbit2016
250 Edisi
LokasiLantai 5 / Annex
300 Deskripsi Fisikvi, 115 hlm. Il; 30 cm.
082 No. PanggilT-4699
003 BarcodeT-4699
700y Promotor/PembimbingDjuwita, Ratna
041 Kode Bahasaind

File Digital: 2 

Shelf
 digital_2017-10_125126-MUSDALIFAH-TESIS-FKM-FULL TEXT-2016.pdf ::
 MUSDALIFAH-TESIS-FKM-NASKAH RINGKAS-2016 DOC.docx ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-4699 T-4699 TERSEDIA Lantai 5 / Annex
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 125126

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive