Diare adalah penyakit infeksi saluran pencernaan dengan kondisi BAB lebih dari tiga kali dalam sehari disertai konsistensi tinja yang cair. Prevalensi diare pada balita di Indonesia tahun 2017 yaitu 14,3%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor pejamu dan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Indonesia tahun 2017. Desain penelitian berupa analitik potong-lintang dengan menggunakan data sekunder dari SDKI 2017. Sampel penelitian ini adalah seluruh balita usia 0-59 bulan di Indonesia yang menjadi sampel dalam SDKI 2017. Variabel independen penelitian mencakup faktor pejamu yang terdiri dari usia, berat badan lahir, status imunisasi campak, suplementasi Vitamin A dan perilaku cuci tangan serta faktor lingkungan yang terdiri dari fasilitas jamban dan sumber air minum. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian diare pada balita. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor pejamu yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah usia (p=0,000; 95% CI=1,92-2,72); status imunisasi campak (p=0,004; POR=1,17; 95% CI=1,05-1,32); ASI Eksklusif (p=0,000; POR=1,39; 95% CI=1,231,58) dan suplementasi Vitamin A (p=0,000; POR=1,37; 95% CI=1,24-1,52).