S2 - Tesis

Analisis Kejadian Karies White Spot dan Hubungannya dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis Tahun 2019

Rusmiati Dwi Rohanawati; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robbykha Rosalien, Indra Rachmad Darmawan (FKM-UI, 2020)
Manajemen Pelayanan Kesehatan
1706094513
Manajemen Pelayanan Kesehatan
Rohanawati, Rusmiati Dwi
Depok
ABSTRAK Nama Program Studi Judul Pembimbing : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Kejadian Karies White Spot Dan Hubungannya Dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan pada siklus kehidupan dimulai dari hamil sampai dengan lansia yang dikenal dengan Continuum of Care. Pada pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2018 disepakati tiga upaya kesehatan di antaranya adalah penangan tuberkulosis, pencegahan stunting, dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang saling berhubungan dengan kejadian stunting salah satunya adalah faktor kesehatan gigi dan mulut pada balita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis kejadian karies white spot dan hubungannya dengan status gizi di puskesmas purwadadi kabupaten ciamis 2019. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan disain Cross secsional dan eksplenatory yang didahului analisis data kuantitatif pada 36 balita dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Variabel independen penelitian yaitu umur balita, jenis kelamin, asupan asi eklusif, susu formula, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dan sarana fasilita. Variabel kovariat yaitu karies white spot dan variabel dependen yaitu status gizi balita. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian karies white spot pada balita yaitu umur dan konsumsi susu formula. Tidak Ada hubungan antara karies white spot dengan status gizi pada balita. Namun, faktor risiko balita dengan karies white spot mempunyai peluang 1,12 kali mengalami status gizi tidak normal. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa setiap kasus yang terjadi di lapangan diwajibkan melapor dan berkoordinasi antar petugas untuk tindakan selanjutnya. Pemberian edukasi secara konseling dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Karies Gigi, White Spot, Status Gizi.
ABSTRACT Name Study Program Title Counsellor : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Magister of Public Health Analysis of White Spot Lesions and its Relationship with Nutrition Status In Primary Health Care Purwadadi of Ciamis Regency 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Health development in Indonesia is currently focused on the life cycle starting from pregnancy to the elderly, known as Continuum of Care. At the implementation of the National Health Work Meeting in 2018 it was agreed that three health efforts included tuberculosis treatment, stunting prevention, and immunization. There are several factors that are interrelated with the incidence of stunting, one of which is dental and oral health factors in infants. The purpose of this study was to determine the analysis of the incidence of white spot caries and their relationship with nutritional status in Purwad Puskesmas in Ciamis District 2019. The study used mixed methods with cross-sectional and explanatory designs which were preceded by quantitative data analysis in 36 infants and continued with in-depth interviews with informants . The independent variables of the research are toddler age, sex, exclusive breastfeeding, formula milk, mother's age, mother's education, mother's occupation, family income, maintenance of dental and oral health, and facility facilities. The covariate variable is white spot caries and the dependent variable is the toddler's nutritional status. The results of this study stated that the factors that influence the incidence of white spot caries in infants are age and consumption of formula milk. There is no relationship between white spot caries and nutritional status in infants. However, risk factors for infants with white spot caries have a 1.12 times chance of experiencing abnormal nutritional status. The results of the interviews stated that each case that occurred in the field was required to report and coordinate between officers for further action. The provision of counseling education is carried out on an ongoing basis. Key words: Dental Caries, White Spot Lesion, Nutrition Status
FKM-UI
20200207
Sulistiadi, Wahyu; Rosalien, Robbykha; Darmawan, Indra Rachmad
Karies Gigi, White Spot, Status Gizi
Pusinfokesmas FKM UI
051/20
Rusmiati Dwi Rohanawati; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robbykha Rosalien, Indra Rachmad Darmawan
Analisis Kejadian Karies White Spot dan Hubungannya dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis Tahun 2019
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
S2
2020
Lantai 5 / ANNEX
xv, 61 hlm. Il; 30 cm
T-5815
T-5815
Bachtiar, Adang; Achadi, Anhari
ind

Abstrak

ABSTRAK Nama Program Studi Judul Pembimbing : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Kejadian Karies White Spot Dan Hubungannya Dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan pada siklus kehidupan dimulai dari hamil sampai dengan lansia yang dikenal dengan Continuum of Care. Pada pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2018 disepakati tiga upaya kesehatan di antaranya adalah penangan tuberkulosis, pencegahan stunting, dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang saling berhubungan dengan kejadian stunting salah satunya adalah faktor kesehatan gigi dan mulut pada balita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis kejadian karies white spot dan hubungannya dengan status gizi di puskesmas purwadadi kabupaten ciamis 2019. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan disain Cross secsional dan eksplenatory yang didahului analisis data kuantitatif pada 36 balita dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Variabel independen penelitian yaitu umur balita, jenis kelamin, asupan asi eklusif, susu formula, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dan sarana fasilita. Variabel kovariat yaitu karies white spot dan variabel dependen yaitu status gizi balita. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian karies white spot pada balita yaitu umur dan konsumsi susu formula. Tidak Ada hubungan antara karies white spot dengan status gizi pada balita. Namun, faktor risiko balita dengan karies white spot mempunyai peluang 1,12 kali mengalami status gizi tidak normal. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa setiap kasus yang terjadi di lapangan diwajibkan melapor dan berkoordinasi antar petugas untuk tindakan selanjutnya. Pemberian edukasi secara konseling dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Karies Gigi, White Spot, Status Gizi.
ABSTRACT Name Study Program Title Counsellor : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Magister of Public Health Analysis of White Spot Lesions and its Relationship with Nutrition Status In Primary Health Care Purwadadi of Ciamis Regency 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Health development in Indonesia is currently focused on the life cycle starting from pregnancy to the elderly, known as Continuum of Care. At the implementation of the National Health Work Meeting in 2018 it was agreed that three health efforts included tuberculosis treatment, stunting prevention, and immunization. There are several factors that are interrelated with the incidence of stunting, one of which is dental and oral health factors in infants. The purpose of this study was to determine the analysis of the incidence of white spot caries and their relationship with nutritional status in Purwad Puskesmas in Ciamis District 2019. The study used mixed methods with cross-sectional and explanatory designs which were preceded by quantitative data analysis in 36 infants and continued with in-depth interviews with informants . The independent variables of the research are toddler age, sex, exclusive breastfeeding, formula milk, mother's age, mother's education, mother's occupation, family income, maintenance of dental and oral health, and facility facilities. The covariate variable is white spot caries and the dependent variable is the toddler's nutritional status. The results of this study stated that the factors that influence the incidence of white spot caries in infants are age and consumption of formula milk. There is no relationship between white spot caries and nutritional status in infants. However, risk factors for infants with white spot caries have a 1.12 times chance of experiencing abnormal nutritional status. The results of the interviews stated that each case that occurred in the field was required to report and coordinate between officers for further action. The provision of counseling education is carried out on an ongoing basis. Key words: Dental Caries, White Spot Lesion, Nutrition Status

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-5815
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi/Peminatan : Manajemen Pelayanan Kesehatan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2020
338 tipe carrier
650 SubyekManajemen Pelayanan Kesehatan
504 Catatan Bibliografi
NPM1706094513
440 Catatan Seri
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanManajemen Pelayanan Kesehatan
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaRohanawati, Rusmiati Dwi
260a Kota TerbitDepok
abstrakABSTRAK Nama Program Studi Judul Pembimbing : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Kejadian Karies White Spot Dan Hubungannya Dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan pada siklus kehidupan dimulai dari hamil sampai dengan lansia yang dikenal dengan Continuum of Care. Pada pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2018 disepakati tiga upaya kesehatan di antaranya adalah penangan tuberkulosis, pencegahan stunting, dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang saling berhubungan dengan kejadian stunting salah satunya adalah faktor kesehatan gigi dan mulut pada balita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis kejadian karies white spot dan hubungannya dengan status gizi di puskesmas purwadadi kabupaten ciamis 2019. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan disain Cross secsional dan eksplenatory yang didahului analisis data kuantitatif pada 36 balita dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Variabel independen penelitian yaitu umur balita, jenis kelamin, asupan asi eklusif, susu formula, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dan sarana fasilita. Variabel kovariat yaitu karies white spot dan variabel dependen yaitu status gizi balita. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian karies white spot pada balita yaitu umur dan konsumsi susu formula. Tidak Ada hubungan antara karies white spot dengan status gizi pada balita. Namun, faktor risiko balita dengan karies white spot mempunyai peluang 1,12 kali mengalami status gizi tidak normal. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa setiap kasus yang terjadi di lapangan diwajibkan melapor dan berkoordinasi antar petugas untuk tindakan selanjutnya. Pemberian edukasi secara konseling dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Karies Gigi, White Spot, Status Gizi.
ABSTRACT Name Study Program Title Counsellor : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Magister of Public Health Analysis of White Spot Lesions and its Relationship with Nutrition Status In Primary Health Care Purwadadi of Ciamis Regency 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Health development in Indonesia is currently focused on the life cycle starting from pregnancy to the elderly, known as Continuum of Care. At the implementation of the National Health Work Meeting in 2018 it was agreed that three health efforts included tuberculosis treatment, stunting prevention, and immunization. There are several factors that are interrelated with the incidence of stunting, one of which is dental and oral health factors in infants. The purpose of this study was to determine the analysis of the incidence of white spot caries and their relationship with nutritional status in Purwad Puskesmas in Ciamis District 2019. The study used mixed methods with cross-sectional and explanatory designs which were preceded by quantitative data analysis in 36 infants and continued with in-depth interviews with informants . The independent variables of the research are toddler age, sex, exclusive breastfeeding, formula milk, mother's age, mother's education, mother's occupation, family income, maintenance of dental and oral health, and facility facilities. The covariate variable is white spot caries and the dependent variable is the toddler's nutritional status. The results of this study stated that the factors that influence the incidence of white spot caries in infants are age and consumption of formula milk. There is no relationship between white spot caries and nutritional status in infants. However, risk factors for infants with white spot caries have a 1.12 times chance of experiencing abnormal nutritional status. The results of the interviews stated that each case that occurred in the field was required to report and coordinate between officers for further action. The provision of counseling education is carried out on an ongoing basis. Key words: Dental Caries, White Spot Lesion, Nutrition Status
260b PenerbitFKM-UI
Tanggal20200207
700z Co-Promotor/PengujiSulistiadi, Wahyu; Rosalien, Robbykha; Darmawan, Indra Rachmad
Kata KunciKaries Gigi, White Spot, Status Gizi
000 Hak Akses
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk051/20
245c PertanggungjawabanRusmiati Dwi Rohanawati; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robbykha Rosalien, Indra Rachmad Darmawan
245 JudulAnalisis Kejadian Karies White Spot dan Hubungannya dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis Tahun 2019
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Jenis KaryaS2
260c Tahun Terbit2020
250 Edisi
LokasiLantai 5 / ANNEX
300 Deskripsi Fisikxv, 61 hlm. Il; 30 cm
082 No. PanggilT-5815
003 BarcodeT-5815
700y Promotor/PembimbingBachtiar, Adang; Achadi, Anhari
041 Kode Bahasaind

File Digital: 2 

Shelf
 Rusmiati Dwi Rohanawati-Tesis-Fulltext-FKM-2020.pdf ::
 Rusmiati Dwi Rohanawati-Naskah Ringkas-FKM-2020.docx ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-5815 T-5815 TERSEDIA Lantai 5 / ANNEX
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 132710

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive