S2 - Tesis

Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian servisitis pada Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) di DKI Jakarta tahun 2017-2019

Frides Susanty; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Helda; Penguji: Yovsyah, Laila Nuranna (FKM-UI, 2020)
Epidemiologi
1806166904
Epidemiologi
Susanty, Frides
Depok
ervisitis merupakan bagian dari Infeksi Menular Seksual (IMS), dengan perkembangan bidang sosial, demografik dan meningkatnya migrasi penduduk, populasi berisiko tinggi akan semakin meningkat. WHO memperkirakan 376 juta infeksi baru dengan 1 dari 4 IMS yaitu: klamidia (127 juta), gonore (87 juta), sifilis (6,3 juta) dan trikomoniasis (156 juta). Penelitian Gatot dkk menunjukkan 11,9 % pasien mengalami servisitis. Penelitian Iskandar, dkk prevalensi infeksi serviks (klamidia 9,3 % dan gonore 1,2 %). Berdasarkan hasil SDKI, terjadi peningkatan tren pemakaian kontrasepsi di Indonesia sejak tahun 1991 sampai 2017. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara servisitis dengan infeksi HPV, sehingga bila servisitis tidak ditangani dengan baik, maka akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi HPV. Seseorang dengan gejala servisitis mukopurulen meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan IVA puskesmas yang didampingi Female Cancer programme (FcP) di DKI Jakarta tahun 2017-2019. Jumlah sampel 3563 orang, yaitu memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan logistic regression. Prevalensi penyakit servisitis pada penelitian ini 11,20%. Terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis yang bermakna signifikan secara statistik dengan p-value =0,0000 POR 1,673 95% CI (1,323 - 2.115). Perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal untuk mencegah terjadinya servisitis dan .kanker leher rahim
Cervicitis is one of the Sexually Transmitted Infections (STIs). There is a correlation between socio-demographic development and migration with increase of the number of high-risk populations. WHO estimates there are 376 million new infections by 1 out of 4 STIs, such as chlamydia (127 million), gonorrhea (87 million), syphilis (6.3 million) and trichomoniasis (156 million). Gatot et al, showed that 11.9% of patients had cervicitis. Iskandar, et al, also showed the prevalence of cervical infections (chlamydia 9,3% and 1,2% gonorrhea). Based on the results of the SDKI, there had been an increasing trend in contraceptive use in Indonesia from 1991 to 2017. There was a statistically significant association between cervicitis and HPV infection. It will increase the risk of getting infected by HPV if cervicitis is left untreated. Additionally, a person with mucopurulent cervicitis symptoms has an increased risk of cervical cancer. This study aims to determine the relationship between the use of hormonal contraceptives and the incidence of cervicitis. This is a quantitative study with a cross sectional study design. This study used secondary data from the results of the VIA examination at the primary health care supervised by the Female Cancer Program (FcP) in DKI Jakarta in 2017-2019. The number of samples were 3563 people, who met the inclusion and exclusion criteria. This study used logistic regression to analyze the data. The prevalence of cervicitis in this study was 11.20%. There is a relationship between hormonal contraceptive use and the incidence of cervicitis which is statistically significant with p-value<0.0001. Thus, it is necessary to carry out periodic checks on women who use hormonal contraception to prevent cervicitis and cervical cancer.
FKM-UI
20210406
Yovsyah; Nuranna, Laila
Servisitis, Penggunaan Kontrasepsi
Pusinfokesmas FKM UI
017/21
Frides Susanty; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Helda; Penguji: Yovsyah, Laila Nuranna
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian servisitis pada Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) di DKI Jakarta tahun 2017-2019
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
S2
2020
Lantai 5 / Annex
xvi, 69, hlm.; 30 cm
T-6019
T-6019
Bantas, Krisnawati; Helda
ind

Abstrak

ervisitis merupakan bagian dari Infeksi Menular Seksual (IMS), dengan

perkembangan bidang sosial, demografik dan meningkatnya migrasi penduduk, populasi

berisiko tinggi akan semakin meningkat. WHO memperkirakan 376 juta infeksi baru

dengan 1 dari 4 IMS yaitu: klamidia (127 juta), gonore (87 juta), sifilis (6,3 juta) dan

trikomoniasis (156 juta). Penelitian Gatot dkk menunjukkan 11,9 % pasien mengalami

servisitis. Penelitian Iskandar, dkk prevalensi infeksi serviks (klamidia 9,3 % dan

gonore 1,2 %). Berdasarkan hasil SDKI, terjadi peningkatan tren pemakaian kontrasepsi

di Indonesia sejak tahun 1991 sampai 2017. Secara statistik terdapat hubungan yang

signifikan antara servisitis dengan infeksi HPV, sehingga bila servisitis tidak ditangani

dengan baik, maka akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi HPV. Seseorang dengan

gejala servisitis mukopurulen meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.Penelitian

ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan

kejadian servisitis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional

study. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan IVA puskesmas

yang didampingi Female Cancer programme (FcP) di DKI Jakarta tahun 2017-2019.

Jumlah sampel 3563 orang, yaitu memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang

digunakan logistic regression. Prevalensi penyakit servisitis pada penelitian ini 11,20%.

Terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis yang

bermakna signifikan secara statistik dengan p-value =0,0000 POR 1,673 95% CI (1,323

- 2.115). Perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala pada perempuan yang

menggunakan kontrasepsi hormonal untuk mencegah terjadinya servisitis dan .kanker

leher rahim


Cervicitis is one of the Sexually Transmitted Infections (STIs). There is a

correlation between socio-demographic development and migration with increase of the

number of high-risk populations. WHO estimates there are 376 million new infections

by 1 out of 4 STIs, such as chlamydia (127 million), gonorrhea (87 million), syphilis

(6.3 million) and trichomoniasis (156 million). Gatot et al, showed that 11.9% of

patients had cervicitis. Iskandar, et al, also showed the prevalence of cervical infections

(chlamydia 9,3% and 1,2% gonorrhea). Based on the results of the SDKI, there had

been an increasing trend in contraceptive use in Indonesia from 1991 to 2017. There

was a statistically significant association between cervicitis and HPV infection. It will

increase the risk of getting infected by HPV if cervicitis is left untreated. Additionally, a

person with mucopurulent cervicitis symptoms has an increased risk of cervical cancer.

This study aims to determine the relationship between the use of hormonal

contraceptives and the incidence of cervicitis. This is a quantitative study with a cross

sectional study design. This study used secondary data from the results of the VIA

examination at the primary health care supervised by the Female Cancer Program (FcP)

in DKI Jakarta in 2017-2019. The number of samples were 3563 people, who met the

inclusion and exclusion criteria. This study used logistic regression to analyze the data.

The prevalence of cervicitis in this study was 11.20%. There is a relationship between

hormonal contraceptive use and the incidence of cervicitis which is statistically

significant with p-value<0.0001. Thus, it is necessary to carry out periodic checks on

women who use hormonal contraception to prevent cervicitis and cervical cancer.

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-6019
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Program Studi/Peminatan : Epidemiologi
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2020
338 tipe carrier
650 SubyekEpidemiologi
504 Catatan Bibliografi
NPM1806166904
440 Catatan Seri
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanEpidemiologi
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaSusanty, Frides
260a Kota TerbitDepok
abstrakervisitis merupakan bagian dari Infeksi Menular Seksual (IMS), dengan perkembangan bidang sosial, demografik dan meningkatnya migrasi penduduk, populasi berisiko tinggi akan semakin meningkat. WHO memperkirakan 376 juta infeksi baru dengan 1 dari 4 IMS yaitu: klamidia (127 juta), gonore (87 juta), sifilis (6,3 juta) dan trikomoniasis (156 juta). Penelitian Gatot dkk menunjukkan 11,9 % pasien mengalami servisitis. Penelitian Iskandar, dkk prevalensi infeksi serviks (klamidia 9,3 % dan gonore 1,2 %). Berdasarkan hasil SDKI, terjadi peningkatan tren pemakaian kontrasepsi di Indonesia sejak tahun 1991 sampai 2017. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara servisitis dengan infeksi HPV, sehingga bila servisitis tidak ditangani dengan baik, maka akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi HPV. Seseorang dengan gejala servisitis mukopurulen meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan IVA puskesmas yang didampingi Female Cancer programme (FcP) di DKI Jakarta tahun 2017-2019. Jumlah sampel 3563 orang, yaitu memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan logistic regression. Prevalensi penyakit servisitis pada penelitian ini 11,20%. Terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis yang bermakna signifikan secara statistik dengan p-value =0,0000 POR 1,673 95% CI (1,323 - 2.115). Perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal untuk mencegah terjadinya servisitis dan .kanker leher rahim
Cervicitis is one of the Sexually Transmitted Infections (STIs). There is a correlation between socio-demographic development and migration with increase of the number of high-risk populations. WHO estimates there are 376 million new infections by 1 out of 4 STIs, such as chlamydia (127 million), gonorrhea (87 million), syphilis (6.3 million) and trichomoniasis (156 million). Gatot et al, showed that 11.9% of patients had cervicitis. Iskandar, et al, also showed the prevalence of cervical infections (chlamydia 9,3% and 1,2% gonorrhea). Based on the results of the SDKI, there had been an increasing trend in contraceptive use in Indonesia from 1991 to 2017. There was a statistically significant association between cervicitis and HPV infection. It will increase the risk of getting infected by HPV if cervicitis is left untreated. Additionally, a person with mucopurulent cervicitis symptoms has an increased risk of cervical cancer. This study aims to determine the relationship between the use of hormonal contraceptives and the incidence of cervicitis. This is a quantitative study with a cross sectional study design. This study used secondary data from the results of the VIA examination at the primary health care supervised by the Female Cancer Program (FcP) in DKI Jakarta in 2017-2019. The number of samples were 3563 people, who met the inclusion and exclusion criteria. This study used logistic regression to analyze the data. The prevalence of cervicitis in this study was 11.20%. There is a relationship between hormonal contraceptive use and the incidence of cervicitis which is statistically significant with p-value<0.0001. Thus, it is necessary to carry out periodic checks on women who use hormonal contraception to prevent cervicitis and cervical cancer.
260b PenerbitFKM-UI
Tanggal20210406
700z Co-Promotor/PengujiYovsyah; Nuranna, Laila
000 Hak Akses
Kata KunciServisitis, Penggunaan Kontrasepsi
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk017/21
245c PertanggungjawabanFrides Susanty; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Helda; Penguji: Yovsyah, Laila Nuranna
245 JudulHubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian servisitis pada Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) di DKI Jakarta tahun 2017-2019
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Jenis KaryaS2
260c Tahun Terbit2020
250 Edisi
LokasiLantai 5 / Annex
300 Deskripsi Fisikxvi, 69, hlm.; 30 cm
082 No. PanggilT-6019
003 BarcodeT-6019
700y Promotor/PembimbingBantas, Krisnawati; Helda
041 Kode Bahasaind

File Digital: 2 

Shelf
 Frides Susanty-Tesis-FKM-Naskah Ringkas-2020.docx ::
 Frides Susanty-Tesis-FKM-Full Text-2020.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-6019 T-6019 TERSEDIA Lantai 5 / Annex
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 134464

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive