S2 - Tesis

Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Ayu Nurdiantika Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Inge Sutanto, Ayleen Alicia Kosasih (FKM-UI, 2021)
Epidemiologi
1906334796
Epidemiologi
Sari, Ayu Nurdiantika
Depok
Malaria merupakan penyakit menular yang penyebab utamanya adalah parasit (Protozoa) dari genus Plasmodium, cara penularannya melalui perantara nyamuk dari genus Anopheles betina yang terinfeksi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya kejadian malaria di Kab. Belu Nusa Tenggara Timur Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengukur besarnya faktor risiko yang berhubungan terhadap kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan desain study cross-sectional. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mass screening & selective treatment oleh Sutanto et al pada tahun 2013 di Kabupaten Belu, NTT, Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 1113 Subjek. Analisis menggunakan cox regression dengan tingkat kemaknaan α = 5% dan nilai confidence interval 95%. Hasil analisis multivariat dengan cox regression, menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kab. Belu NTT yaitu umur PR 4.901 95% CI (3.093-7.766) p value 0.000, pekerjaan PR 3.838 95% CI (2.536-5.808) p value 0.000, penggunaan obat malaria PR 0.448 95% CI (0.239-0.839) p value 0.012, dan Desa. Disimpulkan bahwa umur, pekerjaan, konsumsi obat antimalaria, dan Desa merupakan faktor risiko kejadian malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Indonesia
Malaria is an infectious disease transmitted by Protozoa of the genus Plasmodium through an infected female Anopheles mosquito. This study is conducted due to the high malaria incidence in Kab. Belu, East Nusa Tenggara, Indonesia, which presents itself as a public health threat. Study aims include analyzing and measuring the magnitude of the risk factors associated with malaria incidence. This study utilized a cross-sectional study design, and is part of a larger surveillance study by Sutanto et al in 2013, which conducts large-scale mass screening and selective treatment in Belu Regency, NTT, Indonesia. The number of samples included in the study were 1113 subjects, with statistical analysis using cox regression models with 5% significance level and 95% confidence interval. The results of multivariate analysis suggested that the the risk factors associated with the malaria incidence were (1) age PR 4.901 95% CI (3.093-7.766) p value 0.000, (2) occupation PR 3.838 95% CI (2.536-5.808) p value 0.000, (3) malaria drug use PR 0.448 95% CI (0.239-0.839) p value 0.012, and (4) village location. Therefore, malaria incidence in Belu District, East Nusa Tenggara Indonesia, were heavily influenced by age, occupation, consumption of antimalarial drugs, and strategic village position for malaria vector breeding grounds
FKM-UI
20211111
Yovsyah; Sutanto, Inge; Kosasih, Ayleen Alicia
Malaria, Anopheles, Mikroskopis, Faktor Risiko
Pusinfokesmas FKM UI
201/21
Ayu Nurdiantika Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Inge Sutanto, Ayleen Alicia Kosasih
Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
S2
2021
Lantai 5 / Annex
xvii, 57 hlm.; 30 cm
T-6153
T-6153
Wahyono, Tri Yunis Miko
ind

Abstrak

Malaria merupakan penyakit menular yang penyebab utamanya adalah parasit (Protozoa) dari genus Plasmodium, cara penularannya melalui perantara nyamuk dari genus Anopheles betina yang terinfeksi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya kejadian malaria di Kab. Belu Nusa Tenggara Timur Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengukur besarnya faktor risiko yang berhubungan terhadap kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan desain study cross-sectional. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mass screening & selective treatment oleh Sutanto et al pada tahun 2013 di Kabupaten Belu, NTT, Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 1113 Subjek. Analisis menggunakan cox regression dengan tingkat kemaknaan α = 5% dan nilai confidence interval 95%. Hasil analisis multivariat dengan cox regression, menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kab. Belu NTT yaitu umur PR 4.901 95% CI (3.093-7.766) p value 0.000, pekerjaan PR 3.838 95% CI (2.536-5.808) p value 0.000, penggunaan obat malaria PR 0.448 95% CI (0.239-0.839) p value 0.012, dan Desa. Disimpulkan bahwa umur, pekerjaan, konsumsi obat antimalaria, dan Desa merupakan faktor risiko kejadian malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Indonesia
Malaria is an infectious disease transmitted by Protozoa of the genus Plasmodium through an infected female Anopheles mosquito. This study is conducted due to the high malaria incidence in Kab. Belu, East Nusa Tenggara, Indonesia, which presents itself as a public health threat. Study aims include analyzing and measuring the magnitude of the risk factors associated with malaria incidence. This study utilized a cross-sectional study design, and is part of a larger surveillance study by Sutanto et al in 2013, which conducts large-scale mass screening and selective treatment in Belu Regency, NTT, Indonesia. The number of samples included in the study were 1113 subjects, with statistical analysis using cox regression models with 5% significance level and 95% confidence interval. The results of multivariate analysis suggested that the the risk factors associated with the malaria incidence were (1) age PR 4.901 95% CI (3.093-7.766) p value 0.000, (2) occupation PR 3.838 95% CI (2.536-5.808) p value 0.000, (3) malaria drug use PR 0.448 95% CI (0.239-0.839) p value 0.012, and (4) village location. Therefore, malaria incidence in Belu District, East Nusa Tenggara Indonesia, were heavily influenced by age, occupation, consumption of antimalarial drugs, and strategic village position for malaria vector breeding grounds

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-6153
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Program Studi/Peminatan : Epidemiologi
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2021
338 tipe carrier
650 SubyekEpidemiologi
504 Catatan Bibliografi
NPM1906334796
440 Catatan Seri
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanEpidemiologi
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaSari, Ayu Nurdiantika
260a Kota TerbitDepok
abstrakMalaria merupakan penyakit menular yang penyebab utamanya adalah parasit (Protozoa) dari genus Plasmodium, cara penularannya melalui perantara nyamuk dari genus Anopheles betina yang terinfeksi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya kejadian malaria di Kab. Belu Nusa Tenggara Timur Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengukur besarnya faktor risiko yang berhubungan terhadap kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan desain study cross-sectional. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mass screening & selective treatment oleh Sutanto et al pada tahun 2013 di Kabupaten Belu, NTT, Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 1113 Subjek. Analisis menggunakan cox regression dengan tingkat kemaknaan α = 5% dan nilai confidence interval 95%. Hasil analisis multivariat dengan cox regression, menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kab. Belu NTT yaitu umur PR 4.901 95% CI (3.093-7.766) p value 0.000, pekerjaan PR 3.838 95% CI (2.536-5.808) p value 0.000, penggunaan obat malaria PR 0.448 95% CI (0.239-0.839) p value 0.012, dan Desa. Disimpulkan bahwa umur, pekerjaan, konsumsi obat antimalaria, dan Desa merupakan faktor risiko kejadian malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Indonesia
Malaria is an infectious disease transmitted by Protozoa of the genus Plasmodium through an infected female Anopheles mosquito. This study is conducted due to the high malaria incidence in Kab. Belu, East Nusa Tenggara, Indonesia, which presents itself as a public health threat. Study aims include analyzing and measuring the magnitude of the risk factors associated with malaria incidence. This study utilized a cross-sectional study design, and is part of a larger surveillance study by Sutanto et al in 2013, which conducts large-scale mass screening and selective treatment in Belu Regency, NTT, Indonesia. The number of samples included in the study were 1113 subjects, with statistical analysis using cox regression models with 5% significance level and 95% confidence interval. The results of multivariate analysis suggested that the the risk factors associated with the malaria incidence were (1) age PR 4.901 95% CI (3.093-7.766) p value 0.000, (2) occupation PR 3.838 95% CI (2.536-5.808) p value 0.000, (3) malaria drug use PR 0.448 95% CI (0.239-0.839) p value 0.012, and (4) village location. Therefore, malaria incidence in Belu District, East Nusa Tenggara Indonesia, were heavily influenced by age, occupation, consumption of antimalarial drugs, and strategic village position for malaria vector breeding grounds
260b PenerbitFKM-UI
Tanggal20211111
700z Co-Promotor/PengujiYovsyah; Sutanto, Inge; Kosasih, Ayleen Alicia
000 Hak Akses
Kata KunciMalaria, Anopheles, Mikroskopis, Faktor Risiko
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk201/21
245c PertanggungjawabanAyu Nurdiantika Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Inge Sutanto, Ayleen Alicia Kosasih
245 JudulAnalisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Jenis KaryaS2
260c Tahun Terbit2021
250 Edisi
LokasiLantai 5 / Annex
300 Deskripsi Fisikxvii, 57 hlm.; 30 cm
082 No. PanggilT-6153
003 BarcodeT-6153
700y Promotor/PembimbingWahyono, Tri Yunis Miko
041 Kode Bahasaind

File Digital: 2 

Shelf
 Ayu Nurdiantika Sari-Tesis-FKM-Full Text-2021.pdf ::
 Ayu Nurdiantika Sari-Tesis-FKM-Naskah Ringkas-2021.docx ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-6153 T-6153 TERSEDIA Lantai 5 / Annex
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 134776

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive