Kondisi pandemi COVID-19 memerlukan respon cepat dari Puskesmas dalam memberikan layanan pengobatan TB yang mengutamakan keamanan medikasi. Disertasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ERLINA (e-Empowerment Resource for Lowering Ignorance and Negligence Action in therapy) terhadap keamanan medikasi tuberculosis di DKI Jakarta. Tujuan khusus adalah mengidentifikasi prediktor (faktor pasien, faktor staf, faktor fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, faktor pengobatan, dan Pengawas Menelan Obat) keamanan medikasi pasien tuberculosis di tingkat Puskesmas, menyusun model intervensi keamanan medikasi, mengetahui user experience aplikasi ERLINA, mengetahui nilai net promoter score dari aplikasi ERLINA, dan mengetahui pengaruh aplikasi ERLINA terhadap perubahan kualitas hidup pasien. Jenis penelitian adalah operational research. Penelitian didahului dengan pengembangan model prediktif keamanan medikasi (dilakukan dengan studi kualitatifkuantitatif), pengembangan model intervensi (melalui studi kualitatif), dan penilaian pengaruh aplikasi (dengan desain kuasi eksperimental). Penetapan sampel dilakukan dengan purposive sampling (untuk studi kualitatif) dan cluster random sampling (untuk studi kuantitatif). Penelitian dilakukan mulai Maret 2021-Februari 2022. Tahap 1 melibatkan 13 orang sebagai informan wawancara mendalam. Hasil riset tahap 1 menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keamanan medikasi adalah pasien, sosial, petugas, layanan kesehatan, budaya organisasi, obat, dan eksternal. Tahap 2 melibatkan 186 pasien. Determinan keamanan medikasi adalah pengetahuan, merokok, pendapatan, dan komunikasi petugas-pasien. Tahap 3 melibatkan 15 orang dan menghasilkan output model intervensi serta Aplikasi ERLINA. Model intervensi spesifik diberikan pada pasien dengan pengetahuan sangat kurang dan kurang, merokok, atau berpendapatan tinggi. Aplikasi dikembangkan dengan fungsi pencegahan individual, sistem pendukung keputusan dan telehealth, pemantauan jarak jauh, serta pengingat. Tahap 4 diikuti oleh 101 pasien dan menunjukkan bahwa Aplikasi ERLINA meningkatkan keamanan medikasi sebesar 6,2 kali; pengetahuan cukup&baik 18,4 kali; dan rerata perubahan kualitas hidup sebesar 9,5 poin beserta peningkatan semua dimensi kualitas hidup. Net promoter score menunjukkan skor 100% dan user experience masuk dalam kategori excellent. Diharapkan pemangku kebijakan dapat mendorong penguatan pencegahan individual agar lebih akurat. Aplikasi ERLINA sebagai salah satu bentuk alat pemantauan jarak jauh perlu disinkronkan dengan Sistem Informasi Tuberculosis agar meningkatkan manfaat dan penggunaannya