Abstrak
Kematian perinatal masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2017, angka kematian perinatal di estimasikan sebesar 21 per 1000 kelahiran. Di sisi lain, ibu yang melaksanakan persalinan masih dibayangi oleh komplikasi, dimana partus lama merupakan salah satu bentuk komplikasi yang paling sering terjadi. Apabila tidak ditangani secara tepat, partus lama dapat mengakibatkan luaran buruk bagi bayi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan partus lama dan kematian perinatal di Indonesia. Desain penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Sampel merupakan wanita usia subur (WUS) yang melahirkan bayi lahir hidup dan lahir mati dengan usia kehamilan ≥7 bulan dan merupakan anak terakhir dalam periode 5 tahun sebelum survei. Hasil penelitian menunjukkan Angka Kematian Perinatal sebesar 13 per 1000 kelahiran. Partus lama dialami oleh sebagian besar ibu bersalin (40,4%). Namun, hal tersebut belum berdampak terhadap kematian perinatal. Besar asosiasi partus lama terhadap kematian perinatal sebesar aPOR 1,151 kali (95% CI 0,818-1,842 dan p-value 0,559) setelah dikontrol confounding dan variabel kovariat. Dapat disimpulkan bahwa partus lama tidak memberikan efek yang cukup signifikan terhadap kematian perinatal. Upaya dalam menurunkan kematian perinatal masih sangat dibutuhkan, salah satunya dengan memperkuat program audit kematian perinatal; meningkatkan cakupan pemeriksaan antenatal; serta mengevaluasi secara berkala kualitas ketersediaan pelayanan kesehatan.
Perinatal mortality remains a public health issue In Indonesia. The perinatal death rate was predicted to be 21 per 1000 births in 2017. On the other hand, complication during childbirth still overshadowed mothers, with prolonged labor being one of the most types of. Prolonged labor might harm the infant if it is not handled carefully. The purpose of this study is to ascertain the association between prolonged labor and perinatal mortality in Indonesia. Utilizing secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey, this study's design was cross-sectional (IDHS). Women of childbearing age who delivered liveborn or stillborn with a gestational age of 7 months and more who were the last birth in the 5 year period of survey were included in the sample. The results was the Perinatal Mortality Rate was 13 per 1000 livebirth. Proportion of prolonged labor was 40,4%. The association between prolonged labor and perinatal mortality was aPOR 1,151 (95% CI 0,818-1,842 and p-value 0,559) after controlled by confounding and covariates. It can be conclude that there is no significant effect between prolonged labour and perinatal mortality. It is still urgently necessary to make efforts to lower perinatal mortality, including by strengthening the perinatal death audit program, expanding the coverage of antenatal care and made routine assessments quality of health service that are available.
Metadata
| Jenis Koleksi : | S2 - Tesis |
| No. Panggil : | T-6547 |
| Pengarang : |
|
| Nama badan : | Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi |
| Program Studi/Peminatan : | Epidemiologi |
| Promotor/Pembimbing : |
|
| Ko-Promotor/Penguji : |
|
| Subjek : | |
| Penerbitan : | Depok : FKM-UI, 2023 |
| 338 tipe carrier | File Only |
| 650 Subyek | Epidemiologi |
| 504 Catatan Bibliografi | |
| NPM | 2006558934 |
| 440 Catatan Seri | |
| 856 Lokasi File Elektronik | |
| 526 Program Studi/Peminatan | Epidemiologi |
| Penerbit dan Distribusi | |
| 100 Pengarang Utama | Putri, Invinita Arga |
| 022 ISSN | |
| 260a Kota Terbit | Depok |
| abstrak | Kematian perinatal masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2017, angka kematian perinatal di estimasikan sebesar 21 per 1000 kelahiran. Di sisi lain, ibu yang melaksanakan persalinan masih dibayangi oleh komplikasi, dimana partus lama merupakan salah satu bentuk komplikasi yang paling sering terjadi. Apabila tidak ditangani secara tepat, partus lama dapat mengakibatkan luaran buruk bagi bayi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan partus lama dan kematian perinatal di Indonesia. Desain penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Sampel merupakan wanita usia subur (WUS) yang melahirkan bayi lahir hidup dan lahir mati dengan usia kehamilan ≥7 bulan dan merupakan anak terakhir dalam periode 5 tahun sebelum survei. Hasil penelitian menunjukkan Angka Kematian Perinatal sebesar 13 per 1000 kelahiran. Partus lama dialami oleh sebagian besar ibu bersalin (40,4%). Namun, hal tersebut belum berdampak terhadap kematian perinatal. Besar asosiasi partus lama terhadap kematian perinatal sebesar aPOR 1,151 kali (95% CI 0,818-1,842 dan p-value 0,559) setelah dikontrol confounding dan variabel kovariat. Dapat disimpulkan bahwa partus lama tidak memberikan efek yang cukup signifikan terhadap kematian perinatal. Upaya dalam menurunkan kematian perinatal masih sangat dibutuhkan, salah satunya dengan memperkuat program audit kematian perinatal; meningkatkan cakupan pemeriksaan antenatal; serta mengevaluasi secara berkala kualitas ketersediaan pelayanan kesehatan. Perinatal mortality remains a public health issue In Indonesia. The perinatal death rate was predicted to be 21 per 1000 births in 2017. On the other hand, complication during childbirth still overshadowed mothers, with prolonged labor being one of the most types of. Prolonged labor might harm the infant if it is not handled carefully. The purpose of this study is to ascertain the association between prolonged labor and perinatal mortality in Indonesia. Utilizing secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey, this study's design was cross-sectional (IDHS). Women of childbearing age who delivered liveborn or stillborn with a gestational age of 7 months and more who were the last birth in the 5 year period of survey were included in the sample. The results was the Perinatal Mortality Rate was 13 per 1000 livebirth. Proportion of prolonged labor was 40,4%. The association between prolonged labor and perinatal mortality was aPOR 1,151 (95% CI 0,818-1,842 and p-value 0,559) after controlled by confounding and covariates. It can be conclude that there is no significant effect between prolonged labour and perinatal mortality. It is still urgently necessary to make efforts to lower perinatal mortality, including by strengthening the perinatal death audit program, expanding the coverage of antenatal care and made routine assessments quality of health service that are available. |
| 260b Penerbit | FKM-UI |
| Tanggal | 20230723 |
| daftar isi | |
| 700z Co-Promotor/Penguji | Helda; Gustina, Eni; Suparmi |
| Kata Kunci | Kematian Perinatal, Partus Lama, Indonesia |
| 000 Hak Akses | membership |
| 700 Pengarang Tambahan | |
| 850 Badan Pemilik | Pusinfokesmas FKM UI |
| 004 Nomor Induk | 129/23 |
| 245c Pertanggungjawaban | Invinita Arga Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Eni Gustina, Suparmi |
| 245 Judul | Hubungan Partus Lama dengan Kematian Perinatal di Indonesia (Analisis SDKI 2017) |
| 710 Entri Tambahan Nama Badan | Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi |
| Jenis Karya | S2 |
| 260c Tahun Terbit | 2023 |
| 250 Edisi | |
| Lokasi | File Only |
| 300 Deskripsi Fisik | xvi, 109 hlm.; 30 cm |
| 082 No. Panggil | T-6547 |
| 003 Barcode | T-6547 |
| 700y Promotor/Pembimbing | Ronoatmodjo, Sudarto |
| No. Kendali | |
| 041 Kode Bahasa | ind |
File Digital: 1Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
|
| No. Panggil | No. Barkod | Ketersediaan | Lokasi |
|---|---|---|---|
| T-6547 | T-6547 | TERSEDIA | File Only |
| Ulasan: |
| Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 136083 |
