Abstrak
Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi prioritas di dunia yang termuat dalam SDGs, maupun di nasional yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sebesar 30,8%. Prevalensi tersebut terus turun tiap tahunnya berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi 21,6% di tahun 2022 sehingga ditetapkan 12 provinsi prioritas penanganan stunting oleh Pemerintah. Prevalensi tersebut masih tergolong tinggi menurut ambang prevalensi stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat berdasarkan WHO yaitu ≥ 20% dan masih jauh dari target 14% prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model prevalensi stunting balita di kabupaten/kota dengan prevalensi stunting < 20% dan ≥ 20% berdasarkan Pendataan Keluarga pada 12 provinsi prioritas penanganan stunting tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain ekologi menggunakan analisis regresi linear berganda. Data yang dianalisis bersumber dari SSGI dan Pendataan Keluarga tahun 2022. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi stunting kabupaten/kota ≥ 20% dapat diprediksi oleh variabel ibu usia terlalu muda, jamban tidak layak, dan rumah tidak layak huni, dengan faktor yang paling dominan yaitu variabel rumah tidak layak huni. Prevalensi stunting seluruh kabupaten/kota dapat diprediksi oleh variabel ibu usia terlalu muda, paritas banyak, rumah tidak layak huni, dan tidak ada akses informasi melalui media online (internet), dengan faktor yang paling dominan yaitu variabel ibu usia terlalu muda.
Stunting is one of the nutritional problems that is a priority in the world, contained in the SDGs and in Presidential Regulation Number 72 of 2021 nationally. The prevalence of stunting in Indonesia was 30.8% based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). The prevalence continues to decrease every year to 21.6% in 2022, based on the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI), so 12 provinces are prioritized for stunting management by the Government. This prevalence is still relatively high according to the prevalence threshold of stunting as a public health problem based on WHO, which is ≥ 20% and is still far from the target of 14% stunting prevalence in Indonesia in 2024 based on Presidential Regulation Number 72 of 2021. This study aimed to analyze the stunting prevalence model for children under-five-age in districts/cities with a stunting prevalence of <20% and ≥20% based on Family Data collection in 12 priority provinces for stunting management in 2022. This study used an ecological design using multiple linear regression analysis. The data analyzed comes from SSGI and Family Data Collection in 2022. The results show that the prevalence of stunting in districts/cities ≥ 20% can be predicted by the variables of mothers who are too young, inadequate latrines, and uninhabitable houses, with the most dominant factor being the variable of uninhabitable houses. The prevalence of stunting in all districts/cities can be predicted by the variables of mothers who are too young, many parities, uninhabitable houses, and no access to information through online media (internet), with the most dominant factor being the variable of mothers who are too young.
Metadata
| Jenis Koleksi : | S2 - Tesis |
| No. Panggil : | T-6746 |
| Pengarang : |
|
| Nama badan : | Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biostatistika dan Kependudukan |
| Program Studi/Peminatan : | Biostatistika dan Kependudukan |
| Promotor/Pembimbing : |
|
| Ko-Promotor/Penguji : |
|
| Subjek : | |
| Penerbitan : | Depok : FKM-UI, 2023 |
| 338 tipe carrier | File Only |
| 650 Subyek | Biostatistika dan Kependudukan |
| 504 Catatan Bibliografi | |
| NPM | 2006506256 |
| 856 Lokasi File Elektronik | |
| 526 Program Studi/Peminatan | Biostatistika dan Kependudukan |
| Penerbit dan Distribusi | |
| 100 Pengarang Utama | Nashriyah, Siti Fadhilatun |
| 022 ISSN | |
| 260a Kota Terbit | Depok |
| 260b Penerbit | FKM-UI |
| abstrak | Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi prioritas di dunia yang termuat dalam SDGs, maupun di nasional yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sebesar 30,8%. Prevalensi tersebut terus turun tiap tahunnya berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi 21,6% di tahun 2022 sehingga ditetapkan 12 provinsi prioritas penanganan stunting oleh Pemerintah. Prevalensi tersebut masih tergolong tinggi menurut ambang prevalensi stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat berdasarkan WHO yaitu ≥ 20% dan masih jauh dari target 14% prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model prevalensi stunting balita di kabupaten/kota dengan prevalensi stunting < 20% dan ≥ 20% berdasarkan Pendataan Keluarga pada 12 provinsi prioritas penanganan stunting tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain ekologi menggunakan analisis regresi linear berganda. Data yang dianalisis bersumber dari SSGI dan Pendataan Keluarga tahun 2022. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi stunting kabupaten/kota ≥ 20% dapat diprediksi oleh variabel ibu usia terlalu muda, jamban tidak layak, dan rumah tidak layak huni, dengan faktor yang paling dominan yaitu variabel rumah tidak layak huni. Prevalensi stunting seluruh kabupaten/kota dapat diprediksi oleh variabel ibu usia terlalu muda, paritas banyak, rumah tidak layak huni, dan tidak ada akses informasi melalui media online (internet), dengan faktor yang paling dominan yaitu variabel ibu usia terlalu muda. Stunting is one of the nutritional problems that is a priority in the world, contained in the SDGs and in Presidential Regulation Number 72 of 2021 nationally. The prevalence of stunting in Indonesia was 30.8% based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). The prevalence continues to decrease every year to 21.6% in 2022, based on the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI), so 12 provinces are prioritized for stunting management by the Government. This prevalence is still relatively high according to the prevalence threshold of stunting as a public health problem based on WHO, which is ≥ 20% and is still far from the target of 14% stunting prevalence in Indonesia in 2024 based on Presidential Regulation Number 72 of 2021. This study aimed to analyze the stunting prevalence model for children under-five-age in districts/cities with a stunting prevalence of <20% and ≥20% based on Family Data collection in 12 priority provinces for stunting management in 2022. This study used an ecological design using multiple linear regression analysis. The data analyzed comes from SSGI and Family Data Collection in 2022. The results show that the prevalence of stunting in districts/cities ≥ 20% can be predicted by the variables of mothers who are too young, inadequate latrines, and uninhabitable houses, with the most dominant factor being the variable of uninhabitable houses. The prevalence of stunting in all districts/cities can be predicted by the variables of mothers who are too young, many parities, uninhabitable houses, and no access to information through online media (internet), with the most dominant factor being the variable of mothers who are too young. |
| Tanggal | 20230918 |
| daftar isi | |
| 700z Co-Promotor/Penguji | Besral; Widyastuti, Lina; Titisari, Anastasia S |
| 000 Hak Akses | membership |
| Kata Kunci | Stunting, Model Prediksi, Pendataan Keluarga, Prediction Model, Family Data Collection |
| 700 Pengarang Tambahan | |
| 850 Badan Pemilik | Pusinfokesmas FKM UI |
| 004 Nomor Induk | 376/23 |
| 245c Pertanggungjawaban | Siti Fadhilatun Nashriyah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Lina Widyastuti, Anastasia S Titisari |
| 245 Judul | Model Prevalensi Stunting Balita Menurut Indikator Pendataan Keluarga di 12 Provinsi Prioritas Penanganan Stunting Tahun 2022 |
| 710 Entri Tambahan Nama Badan | Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biostatistika dan Kependudukan |
| 260c Tahun Terbit | 2023 |
| Jenis Karya | S2 |
| 250 Edisi | |
| Lokasi | File Only |
| 300 Deskripsi Fisik | xv, 115 hlm.; 30 cm |
| 082 No. Panggil | T-6746 |
| 003 Barcode | T-6746 |
| 700y Promotor/Pembimbing | Eryando, Tris |
| No. Kendali | |
| 041 Kode Bahasa | ind |
File Digital: 1Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
|
| No. Panggil | No. Barkod | Ketersediaan | Lokasi |
|---|---|---|---|
| T-6746 | T-6746 | TERSEDIA | File Only |
| Ulasan: |
| Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 136330 |
