Pengendalian Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bandar Lampung Tahun 2018 – 2021">

S2 - Tesis

Pengendalian Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bandar Lampung Tahun 2018 – 2021

Fahmi Riyanto Hilmy; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Haryoto Kusnoputranto, Khayan, Betty Roosihermiati (FKM UI, 2024)
File Only
Kesehatan Lingkungan
2006505530
Kesehatan Lingkungan
Hilmy, Fahmi Riyanto
Depok
FKM UI
DBD adalah penyakit menular dengan virus dengue (DENV) melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae.), dan merupakan permasalahan kesehatan serius di dunia. WHO menegaskan pentingnya pencegahan, dan pengendalian penyakit DBD, terutama saat pandemi COVID-19. Namun kenyataan penanganan DBD terabaikan karena fokus kasus COVID-19. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kabupaten/kota dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi Lampung dalam waktu 2018 hingga 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengendalian DBD dengan kejadian DBD sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Kota Bandar Lampung dengan disain penelitian Kuantitatif dengan study ekologi. Populasi dan Sampel penelitian ini sebanyak 26 buah Puskesmas dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dengan analisis Pearson, Wilcoxon, dan regresi linear. Hasil analisis menunjukan penurunan setiap tahun pada kejadian DBD di Kota Bandar Lampung dari tahun 2018 hingga 2021. Selain itu, terdapat hubungan bermakna namun berbanding lurus antara PSN (p = 0,04, korelasi 0,394) dan fogging (p= 0,00, Korelasi 0,796) terhadap kejadian DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019, dan tidak ada hubungan antara jumantik dan ABJ terhadap DBD di Kota Bandar Lampung. Terdapat perbedaan signifikan pada setiap variabel di Kota Bandar Lampung antara tahun 2018,2020, dan 2021 dengan adanya penurunan data pada Dengue dan fogging, kenaikan data pada ABJ, dan tidak ada perubahan pada data PSN dan jumantik di Kota Bandar Lampung. Fogging menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan DBD namun menunjukan 4/5 (0,851) kejadian DBD terjadi setiap penambahan 1 jumlah program fogging. Kesimpulannya adalah Terjadinya penurunan kejadian DBD sebelum dan selama masa pandemi COVID-19. Adanya hubungan program PSN dan fogging terhadap Dengue, namun berbanding lurus dengan DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019. Disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk peningkatan sumber daya dan efektivitas program pengendalian DBD, dan penyuluhan edukasi terhadap masyarakat.

Dengue is a disease transmitted by the dengue virus (DENV) through the bite of the Aedes (Ae.) mosquito, and is a serious health problem in the world. WHO emphasizes the importance of preventing and controlling dengue fever, especially during the COVID-19 pandemic. However, the reality of handling dengue fever has been neglected because of the focus on the COVID-19 case. Bandar Lampung City is one of the districts/cities with the most dengue fever cases in Lampung Province from 2018 to 2021. This research aims to determine the description and relationship between dengue control and the incidence of dengue fever before and during the COVID-19 pandemic in Bandar Lampung City using a quantitative research design with ecological studies. The population and sample for this study were 26 community health centers and used secondary data obtained from the Health Service using Pearson, Wilcoxon and linear regression analysis. The analysis results indicate a consistent decrease in Dengue Fever (DBD) cases each year in Bandar Lampung City from 2018 to 2021. Furthermore, there is a significant positive correlation between PSN (p = 0.04, correlation 0.394) and fogging (p = 0.00, correlation 0.796) with DBD occurrences in Bandar Lampung City in 2019. However, there is no significant relationship between larval monitoring (jumantik) and ABJ (container index) with DBD in Bandar Lampung City. Significant differences were observed in each variable in Bandar Lampung City between 2018, 2020, and 2021, showing a decline in Dengue and fogging data, an increase in ABJ data, and no change in PSN and larval monitoring data. Fogging emerges as the dominant variable associated with DBD, indicating that 4/5 (0.851) DBD cases occur with every increase of 1 fogging program. In conclusion, there has been a decrease in DBD cases before and during the COVID-19 pandemic. There is a correlation between PSN and fogging programs with Dengue, positively correlating with DBD in Bandar Lampung City in 2019. Therefore, it is recommended for the Bandar Lampung City Health Service to enhance resources and the effectiveness of DBD control programs, along with public education and awareness campaigns.
 
20240930
Hartono, Budi; Kusnoputranto, Haryoto; Khayan; Roosihermiati, Betty
DBD, PSN 3M Plus, ABJ, Jumantik, Fogging, Dengue, Dengue, PSN 3M Plus, ABJ, Jumantik, Fogging
membership
Pusinfokesmas FKM UI
Fahmi Riyanto Hilmy; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Haryoto Kusnoputranto, Khayan, Betty Roosihermiati
400/24
Pengendalian Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bandar Lampung Tahun 2018 – 2021
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Lingkungan
2024
S2
xiii, 99 hlm. Il; 30 cm
File Only
T-7151
T-7151
Asyary, Al
ind

Abstrak

DBD adalah penyakit menular dengan virus dengue (DENV) melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae.), dan merupakan permasalahan kesehatan serius di dunia. WHO menegaskan pentingnya pencegahan, dan pengendalian penyakit DBD, terutama saat pandemi COVID-19. Namun kenyataan penanganan DBD terabaikan karena fokus kasus COVID-19. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kabupaten/kota dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi Lampung dalam waktu 2018 hingga 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengendalian DBD dengan kejadian DBD sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Kota Bandar Lampung dengan disain penelitian Kuantitatif dengan study ekologi. Populasi dan Sampel penelitian ini sebanyak 26 buah Puskesmas dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dengan analisis Pearson, Wilcoxon, dan regresi linear. Hasil analisis menunjukan penurunan setiap tahun pada kejadian DBD di Kota Bandar Lampung dari tahun 2018 hingga 2021. Selain itu, terdapat hubungan bermakna namun berbanding lurus antara PSN (p = 0,04, korelasi 0,394) dan fogging (p= 0,00, Korelasi 0,796) terhadap kejadian DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019, dan tidak ada hubungan antara jumantik dan ABJ terhadap DBD di Kota Bandar Lampung. Terdapat perbedaan signifikan pada setiap variabel di Kota Bandar Lampung antara tahun 2018,2020, dan 2021 dengan adanya penurunan data pada Dengue dan fogging, kenaikan data pada ABJ, dan tidak ada perubahan pada data PSN dan jumantik di Kota Bandar Lampung. Fogging menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan DBD namun menunjukan 4/5 (0,851) kejadian DBD terjadi setiap penambahan 1 jumlah program fogging. Kesimpulannya adalah Terjadinya penurunan kejadian DBD sebelum dan selama masa pandemi COVID-19. Adanya hubungan program PSN dan fogging terhadap Dengue, namun berbanding lurus dengan DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019. Disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk peningkatan sumber daya dan efektivitas program pengendalian DBD, dan penyuluhan edukasi terhadap masyarakat.

Dengue is a disease transmitted by the dengue virus (DENV) through the bite of the Aedes (Ae.) mosquito, and is a serious health problem in the world. WHO emphasizes the importance of preventing and controlling dengue fever, especially during the COVID-19 pandemic. However, the reality of handling dengue fever has been neglected because of the focus on the COVID-19 case. Bandar Lampung City is one of the districts/cities with the most dengue fever cases in Lampung Province from 2018 to 2021. This research aims to determine the description and relationship between dengue control and the incidence of dengue fever before and during the COVID-19 pandemic in Bandar Lampung City using a quantitative research design with ecological studies. The population and sample for this study were 26 community health centers and used secondary data obtained from the Health Service using Pearson, Wilcoxon and linear regression analysis. The analysis results indicate a consistent decrease in Dengue Fever (DBD) cases each year in Bandar Lampung City from 2018 to 2021. Furthermore, there is a significant positive correlation between PSN (p = 0.04, correlation 0.394) and fogging (p = 0.00, correlation 0.796) with DBD occurrences in Bandar Lampung City in 2019. However, there is no significant relationship between larval monitoring (jumantik) and ABJ (container index) with DBD in Bandar Lampung City. Significant differences were observed in each variable in Bandar Lampung City between 2018, 2020, and 2021, showing a decline in Dengue and fogging data, an increase in ABJ data, and no change in PSN and larval monitoring data. Fogging emerges as the dominant variable associated with DBD, indicating that 4/5 (0.851) DBD cases occur with every increase of 1 fogging program. In conclusion, there has been a decrease in DBD cases before and during the COVID-19 pandemic. There is a correlation between PSN and fogging programs with Dengue, positively correlating with DBD in Bandar Lampung City in 2019. Therefore, it is recommended for the Bandar Lampung City Health Service to enhance resources and the effectiveness of DBD control programs, along with public education and awareness campaigns.
 

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-7151
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Lingkungan
Program Studi/Peminatan : Kesehatan Lingkungan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM UI, 2024
338 tipe carrierFile Only
650 SubyekKesehatan Lingkungan
504 Catatan Bibliografi
NPM2006505530
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanKesehatan Lingkungan
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaHilmy, Fahmi Riyanto
022 ISSN
260a Kota TerbitDepok
260b PenerbitFKM UI
abstrak
DBD adalah penyakit menular dengan virus dengue (DENV) melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae.), dan merupakan permasalahan kesehatan serius di dunia. WHO menegaskan pentingnya pencegahan, dan pengendalian penyakit DBD, terutama saat pandemi COVID-19. Namun kenyataan penanganan DBD terabaikan karena fokus kasus COVID-19. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kabupaten/kota dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi Lampung dalam waktu 2018 hingga 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengendalian DBD dengan kejadian DBD sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Kota Bandar Lampung dengan disain penelitian Kuantitatif dengan study ekologi. Populasi dan Sampel penelitian ini sebanyak 26 buah Puskesmas dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dengan analisis Pearson, Wilcoxon, dan regresi linear. Hasil analisis menunjukan penurunan setiap tahun pada kejadian DBD di Kota Bandar Lampung dari tahun 2018 hingga 2021. Selain itu, terdapat hubungan bermakna namun berbanding lurus antara PSN (p = 0,04, korelasi 0,394) dan fogging (p= 0,00, Korelasi 0,796) terhadap kejadian DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019, dan tidak ada hubungan antara jumantik dan ABJ terhadap DBD di Kota Bandar Lampung. Terdapat perbedaan signifikan pada setiap variabel di Kota Bandar Lampung antara tahun 2018,2020, dan 2021 dengan adanya penurunan data pada Dengue dan fogging, kenaikan data pada ABJ, dan tidak ada perubahan pada data PSN dan jumantik di Kota Bandar Lampung. Fogging menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan DBD namun menunjukan 4/5 (0,851) kejadian DBD terjadi setiap penambahan 1 jumlah program fogging. Kesimpulannya adalah Terjadinya penurunan kejadian DBD sebelum dan selama masa pandemi COVID-19. Adanya hubungan program PSN dan fogging terhadap Dengue, namun berbanding lurus dengan DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019. Disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk peningkatan sumber daya dan efektivitas program pengendalian DBD, dan penyuluhan edukasi terhadap masyarakat.

Dengue is a disease transmitted by the dengue virus (DENV) through the bite of the Aedes (Ae.) mosquito, and is a serious health problem in the world. WHO emphasizes the importance of preventing and controlling dengue fever, especially during the COVID-19 pandemic. However, the reality of handling dengue fever has been neglected because of the focus on the COVID-19 case. Bandar Lampung City is one of the districts/cities with the most dengue fever cases in Lampung Province from 2018 to 2021. This research aims to determine the description and relationship between dengue control and the incidence of dengue fever before and during the COVID-19 pandemic in Bandar Lampung City using a quantitative research design with ecological studies. The population and sample for this study were 26 community health centers and used secondary data obtained from the Health Service using Pearson, Wilcoxon and linear regression analysis. The analysis results indicate a consistent decrease in Dengue Fever (DBD) cases each year in Bandar Lampung City from 2018 to 2021. Furthermore, there is a significant positive correlation between PSN (p = 0.04, correlation 0.394) and fogging (p = 0.00, correlation 0.796) with DBD occurrences in Bandar Lampung City in 2019. However, there is no significant relationship between larval monitoring (jumantik) and ABJ (container index) with DBD in Bandar Lampung City. Significant differences were observed in each variable in Bandar Lampung City between 2018, 2020, and 2021, showing a decline in Dengue and fogging data, an increase in ABJ data, and no change in PSN and larval monitoring data. Fogging emerges as the dominant variable associated with DBD, indicating that 4/5 (0.851) DBD cases occur with every increase of 1 fogging program. In conclusion, there has been a decrease in DBD cases before and during the COVID-19 pandemic. There is a correlation between PSN and fogging programs with Dengue, positively correlating with DBD in Bandar Lampung City in 2019. Therefore, it is recommended for the Bandar Lampung City Health Service to enhance resources and the effectiveness of DBD control programs, along with public education and awareness campaigns.
 
Tanggal20240930
daftar isi
700z Co-Promotor/PengujiHartono, Budi; Kusnoputranto, Haryoto; Khayan; Roosihermiati, Betty
Kata KunciDBD, PSN 3M Plus, ABJ, Jumantik, Fogging, Dengue, Dengue, PSN 3M Plus, ABJ, Jumantik, Fogging
000 Hak Aksesmembership
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
245c PertanggungjawabanFahmi Riyanto Hilmy; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Haryoto Kusnoputranto, Khayan, Betty Roosihermiati
004 Nomor Induk400/24
245 JudulPengendalian Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bandar Lampung Tahun 2018 – 2021
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Lingkungan
260c Tahun Terbit2024
Jenis KaryaS2
250 Edisi
300 Deskripsi Fisikxiii, 99 hlm. Il; 30 cm
LokasiFile Only
082 No. PanggilT-7151
003 BarcodeT-7151
700y Promotor/PembimbingAsyary, Al
No. Kendali
041 Kode Bahasaind

File Digital: 1 

Shelf
 Fahmi Riyanto Hilmy -Tesis-FKM-Full Tetx-2024.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-7151 T-7151 TERSEDIA File Only
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 137998

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive