S3 - Disertasi

Analisis Evaluasi Komprehensif Pelatihan Pelayanan Darah bagi Tenaga ATLM di UPT Kemenkes

Dewi Apriyantini; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Mardiati Nadjib, Wachyu Sulistiadi; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Abdul Azis, Nur Fadhilah, Harimat Hendarwan, Zainal Adhim Zainal Adhim (FKM UI, 2025)

Abstrak

Teknisi Pelayanan Darah yang seharusnya bekerja di Unit Transfusi Darah masih cukup terbatas. Berdasarkan Permenkes 14 Tahun 2021 bahwa ATLM dan perawat diberikan kewenangan terbatas dalam bekerja di UTD dan bank Darah. Kewenangan terbatas ini harus diikuti dengan pelatihan terlebih dahulu sebelum bekerja di UTD dan Bank darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi komprehensif pelatihan pelayanan darah bagi tenaga ATLM di UPT Kemenkes. Desain penelitian ini adalah desain eksplanatori sekuensial. Metode pengambilan sampel penelitian ini total sampling (150 sampel). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, FGD, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis uji T independen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi reaksi dan evaluasi perilaku (atasan) adanya perbedaan rata-rata skor yang signifikan antara kelompok sesuai standar dan tidak sesuai standar. UPT Kemenkes disarankan untuk membuat metode pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Kementerian Kesehatan disarankan untuk perlu membuat pengajuan untuk Poltekkes dapat membuka program studi yang dibutuhkan yaitu ATLM dan Teknisi Pelayanan Darah

Blood Service Technicians who should work in the Blood Transfusion Unit are still limited. Permenkes 14/2021 grants ATLM and nurses limited authority to function in UTD and Blood Banks. This limited authority must be accompanied by training before working in UTD or Blood Banks. This study aims to evaluate blood service training for ATLM workers at UPT Kemenkes. This study's design is sequential explanatory. This study's sampling method is total sampling (150 samples). Questionnaires, focus group discussions, and in-depth interviews were used to collect data, which was then analyzed using independent T-tests. There is a significant difference between the evaluation of reactions and behavioral evaluation (superiors) regarding HR capacity. The UPT Kemenkes is urged to develop a training program that meets the needs of the participants. The Ministry of Health is advised to ask Poltekkes to open the required study programs such as ATLM and Blood Service Technician.

Metadata

Jenis Koleksi : S3 - Disertasi
No. Panggil : D-565
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi/Peminatan : Ilmu Kesehatan Masyarakat
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM UI, 2025
Kode Bahasa : ind
Tipe Carrier : File Only
Deskripsi Fisik : xix, 245 hlm.; 30 cm
Departemen-Jurusan : Ilmu Kesehatan Masyarakat
Kata Kunci : ATLM, evaluasi, pelatihan, pelayanan darah, UTD RS, Keywords: blood services, evaluation, hospital blood transfusion unit, medical laboratory technology, training
Lembaga Pemilik : Pusinfokesmas FKM UI

File Digital: 1 

Shelf
 Dewi Apriyantini-Disertasi-FKM-Full Text-2025.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
D-565 D-565 TERSEDIA File Only
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 138248

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive