Diabetes melitus tipe 2 dan obesitas merupakan dua kondisi kronis yang saling berkaitan dan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global. DM tipe 2 ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan metabolisme glukosa, sedangkan obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Saat ini, epidemi ganda DM tipe 2 dan obesitas terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor gaya hidup, kesehatan, dan sosioekonomi, faktor individu, serta faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada penderita DM tipe 2 usia dewasa (19 - 59 tahun) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional berdasarkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 4922 responden. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penderita DM tipe 2 di Indonesia usia dewasa (19 – 59 tahun) mencapai 52.4%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian obesitas dengan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan durasi menderita DM tipe 2 (p-value < 0.05). Faktor dominan yang berhubungan pada kejadian obesitas pada penderita DM tipe 2 usia dewasa adalah tingkat pendidikan (p-value < 0.001; OR = 0.612, 95% CI = 0.489 – 0.766).
Obesity and type 2 diabetes mellitus (T2DM) are two interconnected chronic diseases that have emerged as major global public health concerns. T2DM is marked by hyperglycemia due to impaired glucose metabolism, while obesity results from an energy imbalance. The co-occurrence of obesity and T2DM is termed a dual epidemic that increases risks of complications and mortality. This study aims to identify lifestyle, health, socioeconomic, and individual factors and the dominant factor associated with obesity among Indonesian adults (ages 19–59) with T2DM. A cross-sectional design was used with secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey, involving 4922 respondents with T2DM. Statistical analysis included chi-square tests and binary logistic regression. Results showed that 52.4% of adults with T2DM were classified as obese. Significant associations were found between obesity and gender, education level, and duration of T2DM (p < 0.05). The most dominant factor was education level, where individuals with higher education had a lower risk of obesity (p < 0.001; OR = 0.612; 95% CI = 0.489–0.766).